Namanya Masuk Bursa Reshuffle, Qodari: Itu Semua Prerogatif Presiden
- 27 Apr 2026 13:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala KSP Muhammad Qodari menegaskan reshuffle Kabinet Merah Putih merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
- Qodari merespons isu dirinya masuk bursa reshuffle dengan meminta publik menunggu keputusan resmi Presiden.
- Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Istana terkait rencana perombakan kabinet tersebut.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari menanggapi kabar dirinya masuk bursa reshuffle Kabinet Merah Putih. Ia menegaskan, perombakan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan Qodari merespons isu yang beredar terkait rencana pelantikan pejabat baru. "Itu semua prerogatif Presiden," kata Qodari dalam pernyataannya, Senin, 27 April 2026.
"Kita tunggu saja perkembangan dari Bapak Presiden ya," ucapnya. Menurutnya, kewenangan penuh perubahan susunan kabinet berada di tangan kepala negara.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga merespons kabar reshuffle. "Tunggu saja," kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Sepanjang masa pemerintahannya, Presiden Prabowo tercatat telah melakukan empat kali reshuffle Kabinet Merah Putih. Perombakan dilakukan dalam beberapa tahap sejak awal 2025 hingga Oktober 2025.
Pada reshuffle pertama, Presiden melantik sejumlah pejabat strategis, termasuk Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Selain itu, Muhammad Yusuf Ateh ditunjuk sebagai Kepala BPKP.
Presiden juga mengangkat Amalia Adininggar Widyasanti sebagai Kepala BPS serta Nugroho Sulistyo Budi sebagai Kepala BSSN. Langkah ini menjadi bagian awal penyegaran kabinet.
| Baca juga: Kabar Reshuffle, Seskab: Tunggu Aja |
Pada reshuffle kedua, Presiden menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Selain itu, Mukhtarudin dilantik sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Kemudian, Ferry Juliantono ditunjuk sebagai Menteri Koperasi. Presiden juga melantik Mochamad Irfan Yusuf dalam jajaran kabinet.
Pada reshuffle ketiga, Presiden melantik Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan. Selain itu, Erick Thohir ditunjuk menggantikan Dito Ariotedjo.
Sejumlah pejabat lain juga diangkat, termasuk Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Qodari sendiri dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada periode ini.
Pada reshuffle keempat, Presiden kembali melantik sejumlah pejabat, termasuk Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus. Selain itu, Anggito Abimanyu ditunjuk sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS.
Di sektor BUMN, Dony Oskaria dilantik sebagai Kepala BP BUMN. Presiden juga menunjuk sejumlah asisten khusus untuk memperkuat kinerja pemerintahan.
Meski isu reshuffle kembali mencuat, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Presiden terkait rencana tersebut. Dinamika ini masih menjadi perhatian publik dan kalangan politik nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....