Buka Muktamar Pemuda Persis, Kapolri Tekankan Sinergi Jaga Stabilisasi Kamtibmas
- 26 Apr 2026 17:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kapolri tekankan pentingnya sinergi seluruh elemen bangsa menjaga stabilitas kamtibmas
- Tantangan kejahatan modern seperti hoaks, narkoba, dan siber semakin kompleks
- Peran pemuda dan organisasi seperti PERSIS dinilai penting dalam menjaga persatuan
RRI.CO.ID, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen bangsa dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat membuka Muktamar XIV Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) di Bandung, Sabtu, 25 April 2026.
Kegiatan berlangsung di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dengan dihadiri kader Pemuda PERSIS. Momentum ini menjadi ajang penguatan kolaborasi antara Polri dan organisasi kepemudaan dalam menjaga stabilitas nasional.
“PERSIS dengan seluruh kekuatan kader diharapkan dapat bekerja sama dengan Polri. Kami menyadari tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen bangsa,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 26 April 2026.
Lebih lanjut, ia menyoroti perkembangan teknologi yang kerap dimanfaatkan untuk berbagai kejahatan. Mulai dari penyebaran misinformasi, narkoba, kejahatan siber, hingga tindak kejahatan seksual yang merugikan masyarakat luas.
“Tantangan ke depan semakin kompleks sehingga membutuhkan sinergi seluruh pihak. Tanpa kolaborasi kuat, upaya menjaga keamanan tidak akan berjalan optimal,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi antara Polri dan PERSIS perlu terus diperkuat melalui hubungan yang solid. Pendekatan kekeluargaan dinilai penting agar kerja sama berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Harapan kami kolaborasi ini terus terjalin semakin kuat dan solid. Dengan kebersamaan, berbagai tantangan bangsa dapat kita hadapi bersama,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan kondisi global yang penuh ketidakpastian turut berdampak terhadap situasi nasional. Oleh karena itu, diperlukan persatuan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi berbagai dinamika tersebut.
“Tantangan global menjadi tanggung jawab bersama, khususnya generasi muda. Mereka harus siap berkontribusi dan menjaga keberlangsungan bangsa ke depan,” ujarnya.
Sejarah perjuangan bangsa, kata dia, menjadi bukti pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. Nilai tersebut harus terus dijaga sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan masa kini.
“Jika kita memiliki semangat persatuan di tengah perbedaan, maka bangsa ini akan tetap kuat. Itu menjadi modal utama menghadapi berbagai tantangan ke depan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....