Mengenang Wapres RI Ke-6 Try Sutrisno sebagai Negarawan, Patriot, dan Tokoh Nasional

  • 25 Apr 2026 12:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wapres RI ke-6
  • Try Sutrisno
  • Negarawan
  • Patriot
  • Tokoh Nasional

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden RI ke-6, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno sebagai sosok negarawan sejati, sekaligus figur tokoh nasional Indonesia. Try Sutrisno telah terbukti nyata meninggalkan warisan semangat juang, patriotisme, dan integritas yang tinggi bagi bangsa Indonesia.

Sekjen Perkumpulan Profesi Pengacara Indonesia (Propindo), Heikal Safar menyebut sosok negarawan Try Sutrisno wajib diikut oleh rakyat indonesia. Seperti diketahui, Indonesia kehilangan tokoh nasional, Try Sutrisno yang wafat pada 2 Maret 2026 di usia 90 tahun.

"Beliau telah diakui dan sangat dikagumi sebagai tokoh nasional Indonesia oleh berbagai kalangan politisi, tokoh militer. Dan negarawan yang mengenang sosoknya sebagai prajurit sejati yang sederhana, tegas, dan berdedikasi tanpa pamrih," kata Heikal dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pada Sabtu 25 April 2026.

Heikal menyampaikan poin-poin utama yang sangat penting terlihat nyata kekaguman dirinya dan para tokoh nasional Indonesia lainnya. Khususnya terhadap semangat juang mantan Wakil Presiden RI ke-6 zaman orde baru sebagai prajurit sejati dengan patriotisme tinggi.

Heikal mengutip pengakuan Luhut Binsar Pandjaitan seorang purnawirawan perwira tinggi militer, diplomat, politikus, dan pengusaha Indonesia. Figur Try Sutrisno sebagai orang hebat dengan sikap tangguh, jujur, dan patriotisme yang patut diwarisi.

"Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan," terangnya.

Selanjutnya, pengakuan Jenderal TNI (Purn) Wiranto sebagai tokoh militer dan politikus senior Indonesia. Ia mengenang dedikasi Try Sutrisno sebagai penjaga konstitusi yang tidak pernah berhenti memperjuangkan nusa dan bangsa.

Kemudian, pengakuan negarawan dan egaliter, Agung Gumelar yang mengenang Try Sutrisno sebagai sosok rendah hati, egaliter, dan pemberani. Try Sutrisno dikenal tidak menonjolkan kepentingan pribadi, bersahaja, dan tetap berdedikasi meski telah pensiun.

Lanjut, pengakuan dari Jenderal TNI (Purn) Moeldoko yang menyebutkan bahwa komitmen Try Sutrisno pada persatuan bangsa. Figur seorang Try Sutrisno sebagai senior yang nilai hidupnya menjadi teladan, khususnya dalam menekankan pentingnya sinergi TNI-Polri.

Lalu, pengakuan dari tokoh nasional Indonesia lainnya yakni Haedar Nashir. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang kagum terhadap Daya Juang Seumur Hidup sosok seorang Try Sutrisno.

"Daya juang tinggi almarhum Jenderal TNI (Purn) Tri Sutrisno dalam urusan kebangsaan dan kenegaraan. Dimana ia tidak segan berdiskusi mengenai masalah serius Indonesia bahkan setelah purna tugas," ucap Haedar.

Lalu, pengakuan Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra juga mengenang kedekatannya dengan Try Sutrisno. Kedekatan almarhum terjalin sejak 1980-an, ketika Try Sutrisno menjabat sebagai Panglima Kodam Jaya pada tahun 1983.

Hubungan tersebut berlanjut ketika Yusril mulai bertugas di Sekretariat Negara pada 1993, saay Try Sutrisno menjabat sebagai Wapres. Yusril menilai, almarhum Try Sutrisno merupakan figur teladan yang menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa.

"Pengabdian tidak selalu ditunjukkan dengan retorika besar. Melainkan dengan konsistensi, integritas, dan kerendahan hati sepanjang hayat," ujar Yusril.

Kesimpulan berbagai pengakuan kekaguman dari beberapa tokoh nasional Indonesia tersebut terhadap Kisah hidup Try Sutrisno sangat nyata. Bahwa sosok almarhum Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno sebagai pejuang dari Akar Rumput.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....