Dukung Penurunan Angka Kematian Ibu, PLN Salurkan Alat Deteksi Risiko Kehamilan
- 23 Apr 2026 15:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PLN menyalurkan alat deteksi dini preeklamsia berbasis Internet of Medical Things (IoMT) dan Artificial Intelligence (AI) ke Dinas Kesehatan Kabupaten Garut
RRI.CO.ID, Jakarta - PLN menyalurkan alat deteksi dini preeklamsia berbasis IoMT dan AI ke Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan layanan kesehatan ibu hamil di daerah terbatas akses, serta menekan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, pemerintah menargetkan penurunan AKI secara agresif. Dari 140 per 100.000 kelahiran hidup saat ini, hingga mencapai 40 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun ke depan,
Salah satu penyebab utama kematian ibu adalah preeklamsia dan eklamsia yang berkontribusi sekitar 25% dari total kasus. Untuk menekan angka tersebut, pemerintah mendorong transformasi sistem kesehatan, termasuk pemerataan akses deteksi dini melalui distribusi alat kesehatan.
“Kita tidak hanya menargetkan penurunan, tetapi penurunan yang agresif. Kita harus berani menetapkan target ambisius dan bekerja lebih keras, lebih cerdas, serta lebih tepat,” ujar Budi dalam sambutannya pada agenda Sosialisasi dan Deteksi Dini Preeklamsia di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa, 21 April 2026.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Agus Dinar menyambut baik dukungan yang diberikan oleh PLN. Sebuah fasilitas kesehatan di wilayahnya yaitu pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Cikelet.
“Tentunya alat ini akan kami gunakan, baik itu di puskesmas itu sendiri, juga kami akan gunakan untuk mobile, kunjungan dari rumah ke rumah. Mudah-mudahan alat ini tentunya akan menjadi support peningkatan optimisasi pelayanan screening preeklamsia di Kabupaten Garut," kata Agus.
Secara terpisah, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, bahwa inisiatif ini merupakan wujud komitmen PLN dalam mendukung program pemerintah. Sekaligus, mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program tanggung jawab sosial yang berdampak langsung dan berkelanjutan.
“Kami hadir di tengah masyarakat tidak hanya melalui layanan kelistrikan, tetapi juga melalui program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satunya dengan mendorong peningkatan kualitas hidup, khususnya bagi ibu hamil, melalui akses terhadap layanan kesehatan yang lebih merata dan berbasis teknologi," tutur Darmawan.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Electricity Services, Susiana Mutia menyampaikan, momentum Hari Kartini menjadi pengingat dalam mendorong kesetaraan perempuan. Khususnya dalam menjamin kehidupan yang sehat dan sejahtera melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan bayi.
“Kami mendorong lahirnya generasi penerus bangsa yang sehat melalui dukungan bagi perempuan, khususnya ibu hamil. Deteksi dini risiko kehamilan di layanan kesehatan dasar diharapkan memungkinkan penanganan yang lebih cepat dan tepat sasaran,” pungkas Susiana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....