Wapres Tinjau MBG dan Kampung Nelayan Merah Putih di Raja Ampat
- 23 Apr 2026 00:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wapres Tinjau MBG dan Kampung Nelayan Merah Putih di Raja Ampat
- Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Raja Ampat, Papua Barat Daya
RRI.CO.ID, Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Raja Ampat, Papua Barat Daya. Peninjauan dilakukan di SD Negeri 2 Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Rabu, 22 April 2026.
Peninjauan ini merupakan bagian mengawal pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto agar berjalan optimal dan tepat sasaran. Dalam peninjauan tersebut, Wapres mengunjungi beberapa ruang kelas untuk melihat langsung pelaksanaan program MBG.
Menu yang disajikan meliputi nasi putih, ayam kecap, tempe goreng, sayur singkong, dan buah apel. Selain memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik, Wapres juga menyapa para siswa dan melihat secara langsung respons mereka.
Salah seorang siswa kelas 2C, Tian, mengaku menyukai menu yang baru saja dihabiskannya. “Iya, suka,” kata Tian saat diwawancara pada kesempatan terpisah.
Sebagai informasi, SDN 2 Waisai memiliki total 671 siswa yang terbagi dalam 24 rombongan belajar. SD ini didukung oleh 45 tenaga pendidik dan kependidikan.
Melalui peninjauan ini, Wapres menegaskan pentingnya keberlanjutan program MBG sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Program ini sekaligus mendukung tumbuh kembang yang optimal bagi generasi penerus bangsa.

Usai meninjau program MBG Wapres beranjak ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Warmasen. Pada kesempatan ini, Wapres meninjau sejumlah fasilitas pendukung di KNMP yang direncanakan mulai beroperasi pada Mei mendatang.
Adapun fasilitas tersebut antara lain pabrik es, gudang beku, shelter docking, serta sarana pendukung lainnya. Meski mengapresiasi kemajuan yang telah dicapai, Wapres juga mengakui masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu segera dievaluasi.
“Ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, tetapi masih banyak yang perlu ditingkatkan. Kita mulai dari sini sebagai pilot project, kika berhasil, akan kita replikasi ke daerah lain,” katanya.
Selain itu, Wapres juga mendorong pengembangan lanjutan. Mulai dari penggunaan energi surya (solar cell) hingga pembangunan industri pengolahan dan pengalengan ikan.
Pemerintah, lanjut Wapres, akan terus mengawal program ini melalui koordinasi dengan berbagai pihak. Termasuk lembaga terkait percepatan pembangunan, agar kesejahteraan nelayan dapat meningkat secara berkelanjutan.
Ia pun menyoroti pentingnya dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk penataan pasar lokal agar lebih layak dan representatif. Tak hanya sektor ekonomi, Wapres juga turut memastikan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Ia meninjau pembangunan rumah sakit baru yang telah dilengkapi dengan fasilitas modern dan akan didukung oleh tenaga medis terbaik. Wapres juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan program pemeriksaan kesehatan gratis secara rutin.
“Jangan menunggu sakit. Manfaatkan program cek kesehatan gratis agar penyakit bisa dideteksi lebih awal,” pesannya.
Menutup arahannya, Wapres menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengawal pembangunan di Raja Ampat. “Kami akan terus kawal pembangunan di sini agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Pada sesi dialog, Ketua Koperasi Nelayan setempat, Syafuddin Wailata menyampaikan aspirasi pada Wapres. Ia mengatakan hasil tangkapan ikan di Raja Ampat sangat baik, tetapi saat ini para nelayan masih kekurangan kapal.
“Kami para nelayan ini selalu berharap pada hasil tangkapan, Pak. Namun ini nilainya banyak Pak, tapi kita punya kapal-kapal untuk kapal atau perahu atau bodi ini-kan masih banyak yang kurang,” kata Syafuddin.
Selanjutnya selain masalah permodalan, Syafuddin juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar untuk kapal. Sehingga ia berharap dapat dibangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di dekat KNMP Waisai.
Menanggapi hal tersebut, Wapres pun meminta Syafuddin agar menginventarisasi kebutuhan para nelayan secara rinci. “Dihitung detail kebutuhan anggota-anggota koperasinya seperti apa, nanti kita bantu, tapi jangan pakai estimasi,” ujar Wapres.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....