Pemerintah Buka Pelatihan Semikonduktor, Terbuka untuk Mahasiswa
- 22 Apr 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Pemerintah membuka pelatihan semikonduktor bagi para Insinyur bertalenta
- 2. Ditargetkan 15 ribu Insinyur mengikuti pelatihan
- 3. Pelatihan terbuka untuk mahasiswa atau fresh graduate dengan latar belakang studi Ilmu Komputer atau Teknik Elektro.
- 4. Pelatihan dengan pengajar dari Arm Limited
- 5. Arm Limited merupakan perusahaan teknologi yang menguasai sekitar 96 persen teknologi chip untuk sektor otomotif global, dan hampir 94 persen desain chip untuk pusat data dan AI.
RRI.CO.ID, Jakarta- Pemerintah bersama Danantara Indonesia dan Arm Limited membuka pelatihan semikonduktor bagi para Insinyur bertalenta. Pendaftaran 'Joint Semiconductor Training' dibuka hingga 3 Mei 2026 dan pelatihan akan diselenggarakan pada 20-22 Mei 2026 di Jakarta.
"Pelatihan ini merupakan salah satu implementasi dari perjanjian kerangka kerja (framework) antara Danantara dan Arm di Inggris pada 23 Februari 2026. Presiden RI Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan dokumen tersebut sebagai perhatian pada percepatan langkah Indonesia menguasai teknologi semikonduktor," demikian keterangan tertulis yang diterima dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Rabu, 22 April 2026.
Pelatihan diperuntukan untuk mahasiswa minimal tahun ke-3 atau fresh graduate (lulusan baru). Selain itu, dengan latar belakang studi Ilmu Komputer atau Teknik Elektro.
Selain itu, yang mengikuti pelatihan adalah profesional atau chip engineer berpengalaman. Program ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung dari praktisi global, memahami ekosistem teknologi terkini.
Pelatihan juga akan membuka peluang karier di industri semikonduktor yang terus berkembang. Peserta yang menyelesaikan pelatihan akan mendapatkan sertifikat dan peserta pelatihan terbaik berkesempatan direkrut oleh perusahaan BUMN.
Pendaftaran dapat diakses melalui tautan berikut *https://bit.ly/PelatihanARM*. Industri semikonduktor menjadi fondasi bagi berbagai teknologi masa depan mulai dari kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), perangkat pintar, hingga kendaraan listrik.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan Arm Limited. Penandatanganan berlangsung di London, Inggris, pada Senin, 23 Februari 2026.
“Ini merupakan kerja sama Indonesia agar Indonesia bisa menguasai teknologi semikonduktor, Arm ini adalah salah satu perusahaan yang menguasai pasar semikonduktor. Terutama untuk dari segi desain , jadi ini yang paling hulu daripada industri semikonduktor itu sendiri,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto usai acara penandatanganan kerja sama.
Airlangga menjelaskan Arm menguasai sekitar 96 persen teknologi chip untuk sektor otomotif global, hampir 94 persen desain chip untuk pusat data dan AI. Melalui kerja sama tersebut, Indonesia menargetkan percepatan penguasaan teknologi strategis yang selama ini menjadi fondasi berbagai inovasi digital modern.
Airlangga mengatakan Indonesia akan melatih 15 ribu Insinyur. Diharapkan dengan adanya pelatihan, para Insinyur menguasai teknologi chip design
"Rencana kerja samanya dilanjutkan kepada generasi selanjutnya dari semikonduktor atau chip. Sehingga Indonesia mempunyai kemampuan di bidang semikonduktor dan desain,” imbuh Airlangga.
Airlangga menjelaskan ada enam pengembangan desain chip nasional yang akan difokuskan pada bidang intellectual property yakni teknologi otomotif, internet of things dan data center. "Bisa juga tentang home appliances, yang dua lagi kita bisa pilih apakah kita mau yang futuristic, terutama autonomous vehicle,dan quantum computing," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani berharap kemitraan dengan Arm memberikan dampak luas. Tentu berdampak bagi pengembangan industri nasional sekaligus memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia.
Program tersebut akan dilakukan melalui pengiriman tenaga ahli ke luar negeri maupun menghadirkan pelatih Arm langsung ke Indonesia dengan modul pelatihan khusus. Rosan mengatakan ada enam industri yang akan dipilih untuk pengembangan dari chips.
"Rencananya juga seperti yang sampaikan Pak Menko ada 15 ribu engineer kita yang akan ditrain dilatih oleh Arm. Baik dengan mengirimkan mereka ke sini ataupun nanti pengajar mereka akan datang ke Indonesia dengan modul-modulnya,” kata Rosan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....