Mendagri Dorong Kota Sehat Melalui Ruang Hijau Berkelanjutan

  • 22 Apr 2026 18:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pembangunan kota kini diarahkan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi
  • Aspek kesehatan masyarakat menjadi fokus penting dalam perencanaan perkotaan
  • Mendagri Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya ruang hijau dan pedestrian

RRI.CO.ID, Jakarta - Pembangunan kota kini diarahkan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi. Aspek kesehatan masyarakat menjadi fokus penting dalam perencanaan perkotaan.

Mendagri Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya ruang hijau dan pedestrian. Konsep kota ramah pejalan kaki dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup warga.

“Dengan banyak ruang hijau dan pedestrian, biaya kesehatan bisa ditekan,” kata Tito, Rabu, 22 April 2026. Ia menilai investasi ini lebih murah dibanding biaya pengobatan masyarakat.

Tito mengingatkan pembangunan daerah harus mempertimbangkan dampak jangka panjang. Kesehatan dan kualitas hidup masyarakat menjadi bagian penting pembangunan.

Konsep walkable city mendorong aktivitas berjalan kaki dan olahraga. Selain itu, memperkuat interaksi sosial antarwarga di ruang publik.

Kota yang sehat dinilai mampu meningkatkan produktivitas masyarakat. Lingkungan yang nyaman turut mendukung aktivitas ekonomi warga.

Mendagri mencontohkan praktik kota ramah lingkungan di Singapura. Negara tersebut berhasil mengintegrasikan ruang hijau dalam tata kota.

Investasi ruang hijau terbukti memberi manfaat ekonomi jangka panjang. Salah satunya menekan beban pembiayaan sektor kesehatan.

Tito mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan pemanfaatan ruang kota. Ruang terbuka hijau harus tetap dipertahankan sebagai penyangga lingkungan.

“Jangan semua ruang diubah menjadi kawasan komersial atau permukiman,” ucapnya. Ia mengingatkan risiko banjir jika ruang hijau terus berkurang.

Konsistensi kebijakan tata ruang menjadi kunci pembangunan berkelanjutan. Hal ini penting untuk mencegah kerusakan lingkungan dan ekosistem.

Tito menyinggung Bandara Banyuwangi sebagai contoh pembangunan ramah lingkungan. Bandara tersebut memaksimalkan ventilasi alami dan efisiensi energi.

Ruang hijau memiliki fungsi penting sebagai resapan air. Selain itu, menjaga keseimbangan lingkungan perkotaan.

Tanpa tata ruang yang baik, risiko banjir akan meningkat. Penyempitan sungai juga menjadi ancaman bagi kota.

Mendagri mengajak kepala daerah melihat kota sebagai ruang hidup. Kota harus mendukung kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....