Rosan Beberkan Lima Sektor Dominasi Investasi Kuartal Pertama Tahun Ini
- 22 Apr 2026 14:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Realisasi investasi kuartal I tahun 2026, telah menembus Rp498,79 Triliun
- Menteri Investasi dan Hilirisasi (Meninves) Rosan Roeslani menyebut terdapat lima sektor penyumbang terbesar capaian realisasi investasi kuartal I tahun 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani membeberkan lima sektor penyumbang investasi terbesar tahun ini. Diketahui, realisasi investasi kuartal pertama 2026 mencapai Rp498,79 triliun.
Angka tersebut, kata Rosan, melampaui target awal sebesar Rp497 triliun. Ia mengatakan, sektor industri logam dasar menjadi penyumbang terbesar investasi.
"Lima besar sektor investasi didominasi industri logam dasar yang mencakup smelter dan berbagai industri pengolahan logam. Nilainya mencapai puluhan triliun dan terus meningkat signifikan,” ujarnya usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 21 April 2026 malam.
Selain itu, sektor jasa dan lainnya menempati posisi kedua. Nilai kontribusinya mencapai Rp64,2 triliun dalam periode tersebut.
Pada posisi ketiga terdapat sektor pertambangan yang masih diminati investor. Nilai investasinya mencapai Rp51,9 triliun pada kuartal pertama.
Sementara, sektor perumahan dan kawasan industri menempati posisi keempat. Capaian investasinya tercatat sebesar Rp47,9 triliun.
“Pertambangan tetap kuat di posisi ketiga dalam realisasi investasi. Sementara sektor perumahan dan kawasan industri berada di posisi keempat,” kata Rosan.
Sementara itu, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi berada di posisi kelima. Nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp45,4 triliun.
Rosan menilai capaian ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap ekonomi nasional. Pemerintah akan terus menjaga iklim investasi tetap kondusif.
Ia juga menegaskan pentingnya hilirisasi dalam mendorong pertumbuhan investasi. Langkah ini diharapkan memperkuat daya saing industri nasional.
Pemerintah optimistis tren positif investasi akan berlanjut sepanjang tahun 2026. Dukungan kebijakan dinilai menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....