Arus Logistik Tanjung Priok Tetap Lancar Pasca Lebaran, Tanpa Kemacetan

  • 21 Apr 2026 19:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Arus logistik di Pelabuhan Tanjung Priok tetap terkendali pasca Idulfitri 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Arus logistik di Pelabuhan Tanjung Priok tetap terkendali pasca Idulfitri 2026. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Tanjung Priok memastikan tidak terjadi kemacetan di kawasan pelabuhan.

Walaupun saat itu terjadi peningkatan aktivitas distribusi barang setelah Lebaran.

Kepastian tersebut disampaikan dalam penutupan Command Center Pengendalian Kelancaran Arus Logistik Pasca Idulfitri 2026.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menyebut keberhasilan pengendalian arus logistik di Tanjung Priok dapat menjadi model nasional. Menurutnya, strategi seperti penerapan gate pass adaptif, monitoring real-time, serta sinergi lintas stakeholder terbukti mampu menekan kepadatan.

“Ke depan, pendekatan ini akan kami dorong menjadi standar operasional di pelabuhan lain di Indonesia. Karena penerapan seperti ini mampu mengurai kepadatan lalulintas sekitar Pelabuhan,” ujar Masyhud dalam keterangannya, Selasa, 21 April 2026.

Sementara, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Heru Susanto memastikan kondisi yard tetap terkendali tanpa hambatan berarti dalam arus logistik. “Tidak terjadi bottleneck yang mengganggu kelancaran distribusi barang di pelabuhan,” katanya.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ariek Indra Sentanu, menyatakan rekayasa lalu lintas yang diterapkan mampu menjaga arus kendaraan tetap lancar. “Penguatan monitoring dan rekayasa lalu lintas yang adaptif membuat arus kendaraan tetap terjaga tanpa overcapacity,” ujarnya.

Sementara, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, menegaskan fase pasca Idulfitri justru menjadi periode krusial. Dan ia menyebut fase ini sangat diperlukan diantisipasi.

Menurutnya, peningkatan pergerakan kendaraan logistik terjadi seiring normalisasi aktivitas distribusi. Oleh karena itu, optimalisasi Command Center dilakukan untuk memastikan arus tetap terkendali dan tidak menimbulkan kepadatan lalulintas.

“Kami mengedepankan kolaborasi lintas sektor dan pengambilan keputusan berbasis data di lapangan. Sehingga potensi lonjakan arus bisa diantisipasi lebih dini,” ucapnya.

Command Center sendiri dibentuk sebagai bagian dari manajemen lalu lintas berbasis kapasitas. Melalui sistem gate pass yang dinamis, jumlah kendaraan yang masuk ke pelabuhan diatur dengan mempertimbangkan kondisi terminal dan situasi lalin.

Selain itu, operator terminal juga diberikan fleksibilitas dalam melakukan penyesuaian release gate pass dengan tetap memperhatikan kesiapan area terminal. Serta langkah antisipasi terhadap potensi kepadatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....