Amran Sulaiman: Dunia Hadapi Tiga Krisis, Stok Beras RI Capai 4,9 Juta Ton
- 20 Apr 2026 10:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) capai 4,9 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah
- Pemerintah siapkan stok untuk hadapi potensi El Nino hingga 6 bulan
- Stok naik 221,7 persen dibanding sebelum El Nino 2023
- Produksi beras nasional meningkat, impor disebut sudah dihentikan sejak 2025
- Ketahanan pangan diperkuat di tengah ancaman krisis global pangan, energi, dan air
RRI.CO.ID, Surabaya - Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 4,9 juta ton. Pemerintah meyakini capaian ini memperkuat kesiapan menghadapi potensi El Nino.
Kepala Badan Pangan Nasional yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan, dunia saat ini menghadapi sebanyak tiga krisis sumber daya alam besar. Ketiganya meliputi krisis pangan, energi, dan air.
"Sekarang kondisi global ada tiga krisis yang dihadapi dunia. Krisis pangan, krisis energi, dan krisis air," ucapnya di Surabaya, Minggu 19 April 2026.
Ia mengatakan stok CBP yang dikelola Perum Bulog menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Stok tersebut disebut sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak El Nino.
"(Terkait) pangan, stok cadangan beras kita tertinggi sepanjang Republik Indonesia. 4,9 juta ton dan segera 5 juta ton," katanya.
Menurutnya, pemerintah telah menghitung potensi El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan. Pengalaman menghadapi El Nino sebelumnya menjadi dasar kesiapan saat ini.
"El Nino sudah kita hitung. Kita sudah pengalaman dan sudah siapkan lebih awal," ucapnya.
Bapanas mencatat stok CBP saat ini meningkat 221,7 persen dibandingkan periode sebelum puncak El Nino 2023. Saat itu, stok beras nasional berada di angka 1,52 juta ton.
Kenaikan tersebut dinilai menunjukkan kesiapan pemerintah menjaga pasokan pangan masyarakat. Pemerintah juga membuka akses publik untuk mengecek langsung stok beras di gudang Bulog.
Ia menegaskan stok CBP akan segera menembus 5 juta ton dalam waktu dekat. Capaian ini disebut sebagai yang tertinggi sejak Indonesia berdiri.
Selain itu, pemerintah menyebut produksi beras dalam negeri meningkat signifikan. Sejak 2025, Indonesia disebut telah menghentikan impor beras.
Data Rice Outlook April 2026 dari United States Department of Agriculture mencatat impor beras Indonesia turun 3,8 juta ton pada 2025. Penurunan ini menjadi yang terbesar dibandingkan 79 negara lainnya.
Sementara itu, Filipina menjadi negara dengan impor beras terbesar pada 2025. Disusul Vietnam yang juga masih melakukan impor meski menjadi eksportir beras.
"Pangan kita aman. Indonesia sudah swasembada beras," ucap Amran.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) tanpa perikanan tercatat stabil di atas 120 sejak Juli 2024. Angka tertinggi mencapai 126,11 pada Desember 2025 dan Februari 2026.
Indeks harga yang diterima petani padi juga konsisten berada di atas 130 sejak pertengahan 2024. Pada Maret 2026, indeks tercatat sebesar 144,52.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....