Peran Penting Guru SR, Ciptakan 'Chemistry', dan Semangat Bangkit Peserta Didik
- 18 Apr 2026 00:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tenaga pengajar di Sekolah Rakyat (SR) memiliki tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran
- Pengajar di Sekolah Rakyat (SR)
- Ajeng Rani, Guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Probolinggo menuturkan, pengajar di SR harus mampu memberikan semangat bangkit untuk para peserta didik SR
RRI.CO.ID, Probolinggo - Proses belajar-mengajar di Sekolah Rakyat (SR) memiliki tantangan tersendiri bagi para pengajarnya. Salah satunya diceritakan Ajeng Rani, guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Probolinggo, Jawa Timur.
Ia mengungkapkan, bahwa proses pembelajaran di SRT 7 Probolinggo, tidaklah semudah yang dibayangkan para pengajar lainnya. Dikatakannya untuk memulai pembelajaran yang ideal untuk peserta didik di SR, harus diawali dengan pendekatan emosional.
Dijelaskan Ajeng hal tersebut dikarenakan, para peserta didik SR sebagian besar berasal dari latar belakang keluarga prasejahtera. Sebab diungkapkannya, anak-anak peserta SR masih kerap belum siap memulai pembelajaran di lingkungan baru.
"Sebagian tidak pernah mendapatkan pendampingan belajar di rumah, sehingga kami harus membangun dulu kenyamanan dan kepercayaan mereka. Banyak siswa datang dengan kondisi belum siap belajar," kata Ajeng saat ditemui di SRT 7 Probolinggo, Kamis, 16 April 2026.
Dari hal tersebut ia menuturkan, interaksi antara peserta didik dan para pengajar akan menimbulkan 'chemistry'. "Ketika mereka sudah merasa nyaman, baru pembelajaran bisa berjalan lebih efektif. Jadi memang tidak bisa langsung," ujar Ajeng.
Meski demikian diceritakan Ajeng, proses pembelajaran dikala kedekatan sudah terjalin, juga masih memiliki tantangan. Dimana anak peserta didik, juga kerap mengingat kembali kehidupan di masa lalunya.
Hal ini dikatakan Ajeng, menimbulkan kondisi emosional yang tidak stabil, seperti tiba-tiba menarik diri dari kegiatan belajar. Dalam keadaan ini, peran pengajar menjadi ujung tombak, memberikan semangat untuk bangkit, dan meraih mimpinya.
"Ada momen ketika mereka terpicu oleh pengalaman sebelumnya, sehingga enggan belajar atau memilih menyendiri. Di situ peran guru untuk mengingatkan kembali tujuan mereka sangat penting," imbuhnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....