Kemensos Gandeng Multipihak Berdayakan Petani Porang NTB

  • 17 Apr 2026 20:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Sosial gandeng kampus dan swasta berdayakan petani porang di NTB
  • Kolaborasi melibatkan Universitas Mataram dan PT Sanindo Pangan Rinjani
  • Program terintegrasi dari bibit, pelatihan, pendampingan hingga pemasaran
  • Perusahaan berperan sebagai off-taker untuk jaga stabilitas harga petani
  • Program ditargetkan tingkatkan pendapatan dan kurangi kemiskinan

RRI.CO.ID, Lombok - Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat pemberdayaan petani porang di Nusa Tenggara Barat (NTB). Program dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.

Kerja sama dituangkan dalam penandatanganan MoU, 16 April 2026. Kemensos menggandeng Universitas Mataram dan PT Sanindo Pangan Rinjani.

Kolaborasi melibatkan pemerintah, kampus, dan dunia usaha. Program dirancang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Kegiatan mencakup produksi, pendampingan, hingga pemasaran hasil panen. Setiap pihak memiliki peran yang jelas.

“Bibit dari Kemensos, pelatihan dari perusahaan, pendampingan dari kampus. Perusahaan juga menjadi off-taker,” ucap Gus Ipul, sapaan akrab Mensos.

Program ini menjadi model awal pemberdayaan petani porang. Skema akan diperluas jika hasilnya positif.

“Kalau berhasil, program akan diperluas ke beberapa titik. Ini uji coba tahap awal,” katanya.

Aspek pemasaran menjadi perhatian utama pemerintah. Keberadaan pembeli dinilai penting menjaga harga petani.

Porang membutuhkan waktu panen tiga hingga empat tahun. Stabilitas harga menjadi kunci keberlanjutan usaha.

“Pembelinya harus dijaga supaya harga stabil. Petani tidak boleh dirugikan saat panen,” ucapnya.

Kemensos juga membuka peluang kolaborasi lebih luas. Keterlibatan sektor swasta diharapkan semakin meningkat.

Rektor Universitas Mataram Sukardi menegaskan kesiapan kampus. Perguruan tinggi siap terlibat langsung di masyarakat.

“Kampus tidak bisa hanya di menara gading. Kami harus hadir menjawab persoalan kemiskinan,” ucapnya.

Universitas Mataram akan mengerahkan dosen dan tenaga akademik. Pendampingan dilakukan langsung kepada petani.

Dalam kegiatan tersebut, dua nota kesepahaman ditandatangani. MoU melibatkan Kemensos, kampus, dan pihak swasta.

Selain itu, Kemensos menandatangani MoU dengan Universitas Mataram. Kerja sama mendukung penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

Gus Ipul juga menyerahkan bibit porang kepada penerima manfaat. Bantuan diberikan untuk mendukung program pemberdayaan.

Program ini diharapkan meningkatkan pendapatan petani. Pemerintah juga menargetkan terbentuknya ekosistem ekonomi berkelanjutan.

Langkah ini menjadi bagian strategi pengentasan kemiskinan. Pemberdayaan dilakukan berbasis kolaborasi multipihak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....