Helikopter Jatuh di Sanggau, 8 Orang Ditemukan Tewas
- 17 Apr 2026 16:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Helikopter tipe Airbus EC 130 T2 dengan registrasi PK-CFX jatuh di wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat
- operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai
- informasi di lapangan, seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan meninggal dunia
RRI.CO.ID, Jakarta —Helikopter tipe Airbus EC 130 T2 dengan registrasi PK-CFX jatuh di wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis, kemarin. Helikopter yang dioperasikan PT Matthew Air Nusantara tersebut terbang dari Helipad PT Cipta Mahkota (CMA) menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 (GAN1).
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menjelaskan kronologi jatuhnya helikopter tersebut. Ia menyampaikan bahwa pesawat lepas landas pada pukul 07.37 WIB dan sempat mengirimkan sinyal darurat sebelum hilang kontak.
“Pesawat lepas landas pukul 07.37 WIB, kemudian pada pukul 08.39 WIB terdeteksi mengirimkan sinyal darurat di wilayah hutan Kalimantan Barat. Selanjutnya pukul 09.15 WIB pesawat dinyatakan hilang kontak,” ujar Lukman dalam keterangan, Jumat, 17 April 2026.
Ia menambahkan, AirNav Indonesia telah menerbitkan notifikasi darurat sesuai prosedur. “Pada pukul 10.43 WIB AirNav Indonesia menerbitkan notifikasi darurat (DETRESFA) sebagai tindak lanjut dari situasi tersebut,” katanya.
Helikopter tersebut diawaki satu orang pilot, Capt. Marindra Wibowo, serta satu engineer, Harun Arasyid, dan enam penumpang. Tim SAR gabungan telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat.
Berdasarkan informasi di lapangan, seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan meninggal dunia. “Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban atas musibah ini,” ucap Lukman.
Sementara Tim SAR gabungan berdasarkan hasil evaluasi tersebut, pada pukul 14.35 WIB, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai. Selanjutnya, Search and Rescue Mission Coordinator (SMC) mengusulkan penutupan operasi, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pontianak, I Made Junetra, menyampaikan bahwa seluruh korban telah ditemukan. Para korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
“Kami turut berduka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Semoga diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak. Dan beberapa stakeholder lainnya dengan didukung berbagai peralatan dan sarana.
Di antaranya kendaraan rescue, helikopter Super Puma TNI AU, ambulans dari berbagai instansi, peralatan evakuasi dan medis. Kemudian perangkat komunikasi dan navigasi, hingga teknologi pendukung seperti Direction Finder dan Starlink.
Seluruh korban kemudian dipindahkan menggunakan 8 unit ambulans untuk dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kalimantan Barat. Selanjutnya, seluruh korban diserahterimakan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Barat
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....