Mendag Bantah Narasi Kelangkaan Stok Minyak Goreng

  • 16 Apr 2026 21:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Budi Santoso membantah adanya kelangkaan minyak goreng dan menegaskan stok nasional masih melimpah.
  • Minyakita bukan satu-satunya indikator karena berbagai merek minyak goreng lain tetap tersedia di pasar.
  • Fluktuasi harga dipicu biaya kemasan dan distribusi, bukan karena kekosongan pasokan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyangkal adanya kelangkaan persediaan minyak goreng di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa ketersediaan produk minyak goreng di pasar ritel modern saat ini masih melimpah.

Budi meminta publik agar tidak menggunakan ketersediaan Minyakita sebagai satu-satunya indikator stok minyak goreng nasional. Menurutnya, variasi pilihan merek minyak goreng lain tetap tersedia bagi konsumen di berbagai gerai perbelanjaan.

"Saya kemarin ke ritel modern, minyak goreng banyak, jadi tidak ada namanya minyak goreng itu langka. Karena orang melihat bukan minyak gorengnya, yang dilihat itu Minyakita," ujar Budi saat ditemui di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis, 16 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa jumlah produksi Minyakita sangat bergantung pada besaran realisasi angka ekspor. Lanjutnya, mekanisme Domestic Market Obligation (DMO) menjadi dasar ketersediaan produk rakyat tersebut.

Budi menyayangkan munculnya narasi yang menyamaratakan kondisi stok Minyakita dengan total seluruh pasokan minyak goreng nasional. Ia menekankan bahwa stabilisasi harga tetap terjaga melalui ketersediaan beragam produk minyak goreng di pasaran.

"Jadi jangan menyampaikan kalau Minyakita tidak ada, bilangnya narasinya minyak goreng tidak ada. Jadi sekarang Minyakita itu jadi indikator tunggal untuk stabilisasi harga dan untuk pasokan," kata Budi.

Pemerintah mengakui adanya fluktuasi harga yang terjadi pada beberapa titik distribusi komoditas minyak goreng saat ini. Lanjutnya, kenaikan biaya tersebut dipicu oleh penggunaan kemasan berbahan plastik dan bukan karena kekosongan stok barang.

"Ya ada sedikit juga naik, karena kan imbas dari kemasannya plastik semua. Tapi tidak ada namanya kelangkaan," ucap Budi.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI) berupaya keras menahan agar tidak ada kenaikan resmi pada kebijakan harga. "Sekarang kan masih bisa menahan HET, emang itu kan fungsinya menstabilkan harga, biar harga yang lain tidak naik," kata Budi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....