Rakornas LSK 2026 Dorong Transformasi Sertifikasi SDM

  • 16 Apr 2026 16:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Tatang Mutaqqin mengatakan, dunia kerja kini menuntut kolaborasi lintas keahlian.
  • Keterampilan individu saja tidak lagi cukup menghadapi perubahan industri.

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Tatang Mutaqqin mengatakan, dunia kerja kini menuntut kolaborasi lintas keahlian. Keterampilan individu saja tidak lagi cukup menghadapi perubahan industri.

“Produksi karya membutuhkan orkestrasi berbagai kompetensi dari berbagai bidang. Ini harus dibangun bersama secara terintegrasi,” ujarnya dalam acara di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Jakarta, Kamis, 16 April 2026.

Ia menyoroti kompleksitas birokrasi yang dapat menghambat koordinasi kebijakan. Sinkronisasi antarlembaga dinilai penting agar implementasi tidak terhambat.

Menurutnya, Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah. Peran tersebut harus didukung standar dan transparansi yang kuat.

Sertifikasi juga menjadi kunci mobilitas tenaga kerja global. Tanpa standar, pekerja sulit bersaing di pasar internasional.

Hal itu menegaskan sertifikasi bukan sekadar administrasi formal. Sertifikasi merupakan pengakuan profesional yang diakui lintas negara.

Rakornas juga menyoroti dampak kecerdasan buatan terhadap dunia kerja. Teknologi mengubah kebutuhan kompetensi secara signifikan.

“Sertifikasi harus bergeser dari hafalan ke pemikiran kritis. Pekerjaan rutin kini dapat digantikan teknologi,” kata Tatang.

Ia menilai kesenjangan akses teknologi masih menjadi tantangan besar. Digitalisasi tanpa pemerataan dapat memperlebar ketimpangan.

“Teknologi bisa menjadi jembatan, tetapi juga bisa memperdalam ketimpangan. Karena itu, kolaborasi sangat diperlukan,” ujarnya.

Sistem sertifikasi dinilai perlu lebih adaptif terhadap perubahan industri. Fleksibilitas menjadi kunci menghadapi dinamika global.

Forum ini diharapkan menghasilkan langkah nyata, bukan sekadar rekomendasi. Penguatan SDM menjadi fokus utama kebijakan nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....