Menteri Bahlil Terpantau Tiba di Istana

  • 16 Apr 2026 14:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terpantau tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 16 April 2026.
  • Bahlil belum membeberkan secara rinci agenda yang akan dibahas.
  • Sebelumnya, Bahlil baru saja melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev dan membahas peluang peningkatan pasokan energi, termasuk minyak mentah dan LPG.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terpantau tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 16 April 2026. Bahlil tiba sekitar pukul 14.50 WIB dan langsung memasuki kawasan Istana.

Saat ditemui awak media, ia belum membeberkan secara rinci agenda yang akan dibahas. “Rapat dulu ya sama bapak ya,” ujar Bahlil singkat sesaat setelah tiba di Istana Kepresidenan

Saat ditanya mengenai topik pembahasan, ia juga belum memberikan informasi lebih lanjut. “Rapat dulu, nanti balik saya akan laporkan ya,” ucapnya.

Sebelumnya, Bahlil baru saja melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev. Pertemuan tersebut berlangsung pada Selasa, 15 April 2026.

Pertemuan itu merupakan lanjutan dari pembicaraan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Moskow. Fokus pembahasan diarahkan pada penguatan kerja sama sektor energi antara kedua negara.

Dalam forum tersebut, Indonesia dan Rusia membahas peluang peningkatan pasokan energi, termasuk minyak mentah dan LPG. Rusia juga menyatakan kesiapan mendukung ketahanan energi Indonesia melalui suplai dan fasilitas penyimpanan.

“Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik dimana kita bisa mendapatkan cadangan crude kita untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG,” kata Bahlil, Selasa, 14 April 2026.

Pertemuan tersebut turut melibatkan sejumlah perusahaan energi besar asal Rusia dalam pembahasan teknis kerja sama. Langkah ini dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....