Program Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jadi Andalan Calon Bakal Ketua HIPMI

  • 16 Apr 2026 08:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • William Heinrich usung konsep HIPMI 8 Persen di Munas 2026
  • HIPMI targetkan cetak 10.000 pengusaha baru guna dongkrak ekonomi
  • Munas HIPMI 2026 jadi motor penggerak ekonomi hadapi geopolitik

RRI.CO.ID, Jakarta — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) 2026. Mengusung tema 'Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Nasional', Munas diarahkan untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam membangun ekonomi.

Bakal Calon Ketua Umum BPP HIPMI, William Heinrich menjabarkan beberapa program jelang pemilihan ketua umum. Salah satunya mengusung konsep “HIPMI 8 Persen” sebagai upaya mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

William mengatakan target pertumbuhan ekonomi 8 persen merupakan kebutuhan untuk keluar dari jebakan middle income trap. Serta program ini juga dengan memanfaatkan bonus demografi.

Ia menilai pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mencapai target tersebut, mengingat keterbatasan ruang fiskal. Karena itu, peran pengusaha muda dinilai penting sebagai penggerak sektor riil.

“HIPMI harus bertransformasi menjadi kekuatan produktif yang menciptakan nilai tambah. Bukan hanya bergantung pada proyek pemerintah,” ujar William, kepada wartawan di Jakara, Rabu 14 April 2026.

Ia juga menyoroti tingginya rasio Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang menunjukkan belum optimalnya penggunaan modal. Menurut dia, HIPMI dapat berperan menurunkan ICOR melalui peningkatan Total Factor Productivity (TFP).

Yakni lewat digitalisasi usaha dan efisiensi rantai pasok. Selain itu, William menekankan pentingnya memperluas basis pajak melalui penciptaan lapangan kerja formal.

Di tengah kebijakan pemerintah menjaga daya beli masyarakat, termasuk dengan mempertahankan tarif PPN di angka 11 persen. Ia juga menargetkan pembentukan 10.000 pengusaha produktif baru yang mampu bertahan, mencetak keuntungan, dan menyerap tenaga kerja.

William menyebut kontribusi anggota HIPMI berpotensi menambah output ekonomi domestik hingga Rp20 triliun apabila strategi tersebut berjalan optimal. Di sektor pembiayaan, William menilai kehadiran lembaga investasi seperti Danantara dapat membuka akses pendanaan bagi pengusaha.

William menyatakan optimistis kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha muda dapat mendorong tercapainya target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Karena hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Umum HIPMI, Akbar Buchari menegaskan Munas 2026 bukan sekadar agenda organisasi. Melainkan bagian dari upaya memperkuat posisi pengusaha muda sebagai aktor strategis dalam perekonomian nasional.

"Munas HIPMI 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi pengusaha muda sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Di tengah dinamika geopolitik global inilah momentum untuk berkolaborasi menjadi kekuatan kolektif yang memperkuat stabilitas ekonomi nasional,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....