Ribuan Anak Tak Sekolah Jadi Sorotan Disdikpora

  • 16 Apr 2026 17:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY mencatat 8.066 anak tidak bersekolah. Data tersebut mencakup anak usia 4 hingga 18 tahun.

Kepala Bidang Perencanaan Suci Rohmadi mengatakan, berbagai faktor penyebab. Masalah ekonomi dan hilangnya motivasi menjadi faktor dominan.

“Faktor utama adalah hilangnya minat sekolah serta keterbatasan ekonomi keluarga. Selain itu, jarak sekolah dan pengalaman perundungan juga berpengaruh,” kata Suci dalam dialog Pro3 RRI, Jakarta, Kamis, 16 April 2026.

Ia mengakui tantangan terbesar adalah mengembalikan motivasi anak untuk belajar. Banyak anak kembali berhenti sekolah meski sudah difasilitasi.

“Kami menemukan anak kembali berhenti sekolah setelah beberapa hari masuk. Hal ini menunjukkan motivasi masih menjadi tantangan utama,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Disdikpora melibatkan tenaga ahli. Pendekatan psikologis diharapkan mampu membangkitkan minat belajar anak.

Selain itu, pendidikan nonformal menjadi alternatif bagi anak tidak sekolah. Skema ini dinilai lebih fleksibel sesuai kondisi anak.

Pemerintah juga mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga sebagai solusi jangka panjang. Kolaborasi lintas instansi dilakukan untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS).

“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menangani masalah ini. Termasuk melalui program Sekolah Rakyat untuk menampung anak,” katanya.

Data ATS berasal dari dashboard Kemendikdasmen per April 2026. Jumlah awal tercatat 16.010 anak sebelum dilakukan verifikasi.

Setelah verifikasi, sebanyak 8.066 anak dipastikan tidak bersekolah. Sisanya telah kembali sekolah atau menyelesaikan pendidikan.

Sebaran terbesar berada di Sleman, Gunungkidul, dan Bantul. Pemerintah daerah terus berupaya menekan angka putus sekolah di wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....