DPR Soroti Penyelesaian Sarana-Prasana hingga Infrastruktur Pendidikan
- 15 Apr 2026 07:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua DPR RI, Puan Maharani terus menyoroti, penyelesaian persoalan sarana dan prasarana, termasuk infrastruktur pendidikan di Indonesia
- Ketua DPP PDIP ini mengungkapkan, masih terdapatnya sejumlah persoalan dalam layanan pendidikan di Indonesia
- Hari ini kita melihat bagaimana masih ada anak-anak harus bersekolah di bawah pohon
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua DPR RI, Puan Maharani terus menyoroti, penyelesaian persoalan sarana dan prasarana, termasuk infrastruktur pendidikan di Indonesia. Aspek ini, merupakan hak dasar peserta didik yang wajib diberikan oleh negara.
Ketua DPP PDIP ini mengungkapkan, masih terdapatnya sejumlah persoalan dalam layanan pendidikan di Indonesia. Terutama, persoalan-persoalan pendidikan yang bersifat teknis.
“Hari ini kita melihat bagaimana masih ada anak-anak harus bersekolah di bawah pohon. Kesulitan membeli buku dan pensil, bahkan sampai ada yang setiap hari melalui perjalanan ekstrem untuk ke sekolah,” kata Puan dalam keterangan persnya seperti dilansir laman DPR.go.id, di Jakarta, Rabu, 15 April 2026.
Puan menegaskan, penting memastikan infrastruktur pada layanan pendidikan terpenuhi dengan baik. Karena, titik paling dasar menentukan proses belajar berlangsung dengan baik adalah memastikan negara memiliki sistem pelayanan pendidikan maksimal.
“Kita bisa melihat adanya jarak antara prioritas kebijakan dan kebutuhan yang paling nyata di lapangan. Ketika ruang belajar belum tersedia dalam waktu panjang," ucap Puan.
Dalam banyak pembahasan tentang pendidikan, Puan juga menyoroti, isu kurikulum, kualitas guru, atau hasil pembelajaran. Di sejumlah daerah, persoalan paling besar, yakni tantangan terhadap keamanan dan kenyamanan siswa saat mengenyam pendidikan.
“Maka penting agar kebutuhan dasar masyarakat dengan prioritas pembangunan dapat berjalan dengan cepat dan secara merata. Ini harus menjadi kesadaran kita bersama," ujar Puan.
Sebelumnya, viral di medsos siswa SDN Tando di Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, belajar di bawah pohon. Kondisi belajar di bawah pohon itu, sudah berlangsung sejak 2018 akibat keterbatasan rombongan belajar atau ruang kelas sekolah.
Menurut guru yang mengajar para siswa itu, murid kelas 2 dan 3 SDN Tando sering kerap kepanasan. Tepatnya, ketika hari semakin siang dan terik matahari mulai menyengat.
Para siswa sering berpindah-pindah dari pohon satu ke pohon lainnya agar bisa lebih teduh. Saat musim hujan, siswa kelas 2 dan kelas 3 biasanya berbagi satu ruang kelas dengan ukuran 5x6 meter.
Pembangunan ruang kelas itu, dibangun secara swadaya oleh orang tua murid. Kondisi ruangan tersebut juga memprihatinkan, dengan lantai tanah dan dinding menggunakan seng, serta tak ada sekat pembatas antarruangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....