Program BERBISIK Pertamina Dorong Inklusi Sosial Warga Balongan

  • 14 Apr 2026 17:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Pertamina Patra Niaga menghadirkan program pemberdayaan masyarakat di sekitar Kilang Balongan.
  • Program ini memperkuat inklusi sosial bagi warga di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga menghadirkan program pemberdayaan masyarakat di sekitar Kilang Balongan. Program ini memperkuat inklusi sosial bagi warga di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan tersebut bernama BERBISIK. Inisiatif ini merupakan singkatan dari Berdaya, Berkolaborasi Inklusif, Inovasi dan Karya.

Corporate Secretary perusahaan, Roberth M.V. Dumatubun, menjelaskan makna program tersebut. Menurutnya, BERBISIK membawa pesan kuat tentang kesetaraan dan kemandirian ekonomi.

“Meski terdengar pelan, BERBISIK membawa pesan lantang tentang kesetaraan dan inovasi lingkungan. Program ini juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekitar,” kata Roberth dalam keterangan tertulis, Selasa, 14 April 2026.

Program ini merupakan kelanjutan dari Gagak Winangsih tahun 2024. Konsepnya berkembang dari Collaboration Hub menjadi Inclusive Pathway.

Inisiatif tersebut menjadi wadah kolaborasi lintas sektor masyarakat. Tujuannya menciptakan jalur inklusif berkelanjutan di wilayah sekitar kilang.

Permasalahan sosial menjadi latar belakang hadirnya program ini. Warga menghadapi keterbatasan akses pendidikan, pekerjaan, serta persoalan lingkungan.

Program dimulai dengan pengembangan keterampilan dasar bagi peserta. Selanjutnya, peserta dibimbing menuju tahap profesional dan kewirausahaan.

“Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menerima manfaat sesaat. Mereka memiliki kesempatan tumbuh secara berkelanjutan,” kata Roberth.

BERBISIK juga menghadirkan berbagai subprogram berbasis kebutuhan masyarakat. Di antaranya Bank Sampah Wiralodra dan Kedai Kopi Teman Istimewa.

Program ini melibatkan kelompok difabel dan non-difabel sebagai subjek pembangunan. Mereka mendapatkan akses sumber daya dan penguatan kapasitas.

Secara keseluruhan, program ini memberi dampak luas bagi masyarakat. Lebih dari sepuluh ribu penerima manfaat tidak langsung merasakan hasilnya.

Dari sisi lingkungan, pengolahan sampah mencapai 1,8 ton per tahun. Program ini juga menekan emisi karbon secara signifikan.

Dari sisi ekonomi, omzet berbagai unit usaha mencapai ratusan juta rupiah. Keberhasilan ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

“Inovasi dan kolaborasi ini menumbuhkan kesetaraan dan kemandirian ekonomi warga. Kami berharap program ini menjadi inspirasi bagi wilayah lain,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....