Wamenkes Soroti Cakupan Imunisasi Campak Belum Merata di Lampung

  • 14 Apr 2026 18:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah pusat menaruh perhatian serius terhadap isu kesehatan anak di daerah
  • Cakupan imunisasi campak di Lampung dinilai belum merata dan perlu diperkuat
  • Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus menyoroti kondisi tersebut

RRI.CO.ID, Lampung - Pemerintah pusat menaruh perhatian serius terhadap isu kesehatan anak di daerah. Cakupan imunisasi campak di Lampung dinilai belum merata dan perlu diperkuat.

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus menyoroti kondisi tersebut. Ia menyebut imunisasi menjadi kunci utama dalam pencegahan penyakit campak.

"Selain kasus TBC, kami juga menyoroti kasus campak di Lampung. Khususnya terkait cakupan imunisasi yang belum merata di masyarakat," kata Benjamin, Selasa, 14 April 2026.

Menurut Wamenkes, pemerataan imunisasi masih menjadi tantangan besar pemerintah. Hal ini diperparah oleh adanya penolakan sebagian masyarakat terhadap imunisasi.

Ia menilai penyebaran informasi tidak benar turut memengaruhi persepsi publik. Hoaks tentang imunisasi dinilai menjadi hambatan dalam upaya pencegahan penyakit.

Kementerian Kesehatan telah berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat.

"Melalui MUI, kami berharap masyarakat memahami imunisasi aman dan penting. Edukasi berbasis kepercayaan diharapkan meningkatkan penerimaan imunisasi," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi. Ia menilai perhatian pemerintah pusat penting dalam penanganan penyakit menular.

Pemerintah daerah akan memperkuat langkah strategis secara menyeluruh. Mulai dari surveilans, perluasan imunisasi, edukasi, hingga kolaborasi lintas sektor.

Data dari 31 puskesmas mencatat 51 kasus suspek campak pada balita. Sementara laporan rumah sakit mencatat hingga 169 kasus suspek.

Meski demikian, belum seluruh kasus dipastikan berasal dari warga Bandarlampung. Pemerintah terus melakukan verifikasi dan penanganan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....