Komisi I DPR Nilai Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia Miliki Arti Strategis

  • 13 Apr 2026 11:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh merespons, kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto ke Rusia bertemu Presiden Vladimir Putin
  • Kunjungan ke Rusia sangat penting dalam membahas kondisi geopolitik global
  • Ia mengungkapkan, Indonesia bersama Rusia dapat memainkan peran penting dalam mendorong perdamaian dunia

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh merespons, kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto ke Rusia bertemu Presiden Vladimir Putin. Politikus PKB ini menilai, kunjungan tersebut memiliki arti strategis di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

“Kunjungan ke Rusia sangat penting dalam membahas kondisi geopolitik global. Ini menunjukkan keseriusan Presiden Prabowo dalam mewujudkan keamanan dan perdamaian dunia,” kata Soleh dalam keterangan persnya, di Jakarta, Senin, 13 April 2026.

Ia mengungkapkan, Indonesia bersama Rusia dapat memainkan peran penting dalam mendorong perdamaian dunia. Salah satu langkah konkret yang dapat diusulkan, mendorong gencatan senjata permanen, khususnya dalam perang antara Iran dan Amerika Serikat.

“Indonesia bersama Rusia harus menyuarakan perdamaian dunia. Kita bisa mengusulkan gencatan senjata permanen antara Iran dan Amerika, serta mendorong penghentian berbagai konflik bersenjata,” ucap Soleh.

Posisi strategis Rusia saat ini, Soleh menyoroti, Presiden Putin tengah menjalin komunikasi dengan Iran. Tepatnya, setelah proses negosiasi dengan Amerika Serikat mengalami kebuntuan.

"Hal ini, membuka ruang bagi diplomasi yang lebih luas. Termasuk keterlibatan Indonesia sebagai negara non-blok yang konsisten mendorong perdamaian," ujar Soleh.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow, Rusia, membawa sejumlah agenda strategis. Presiden Prabowo dijadwalkan akan melangsungkan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menjelaskan, fokus utama kunjungan ini adalah memperkuat kerja sama bilateral di tengah dinamika global. “Di tengah dinamika global yang terus berubah, pertemuan ini menjadi sangat krusial,” kata Teddy dalam pernyataan tertulis, Minggu, 12 April 2026.

Salah satu isu utama yang akan dibahas adalah kerja sama di sektor energi antara Indonesia dan Rusia. “Melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Rusia dan memastikan pasokan energi nasional yang stabil, termasuk ketersediaan minyak,” ujar Teddy.

Selain energi, kedua pemimpin juga akan membahas perkembangan geopolitik dunia yang terus berubah. "Menyuarakan posisi strategis Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global," ucap Teddy.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Moskow, Rusia, pada Minggu, 12 April 2026 malam. Presiden berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 23.10 WIB.

Keberangkatan Presiden Prabowo dilepas langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Turut hadir juga Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra.

Presiden berangkat ke Moscow didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Kemudian Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga turut serta dalam lawatan Presiden kali ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....