IKAL Lemhannas Dukung Program Asta Cita Pemerintah

  • 11 Apr 2026 19:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua Umum IKAL Lemhannas 2026–2031, Purnomo Yusgiantoro menyatakan dukungan terhadap program Asta Cita pemerintah
  • IKAL Lemhannas akan memperkuat komunikasi dalam pendidikan pemantapan pimpinan nasional

RRI.CO.ID, Jakarta — Ketua Umum IKAL Lemhannas 2026–2031, Prof. Purnomo Yusgiantoro, menyebut akan mendukung keberhasilan program Asta Cita pemerintah. Purnomo mengatakan dukungan tersebut akan diwujudkan melalui kontribusi pemikiran strategis dari para alumni Lemhannas.

“Jadi sesuai dengan IKAL kita ingin untuk mendukung Lemhannas ini alumni kita, jadi kita dukung, dan juga pemerintah. Jadi yang pemerintah karena sekarang melaksanakan asta cita, kita ingin mendukung bagaimana asta cita itu bisa baik dan sukses,” katanya usai Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) IKAL Lemhannas di Gedung Dwiwarna Purwa Lemhannas, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 April 2026.

Ia menjelaskan, IKAL Lemhannas akan memperkuat komunikasi dengan Lemhannas dalam pendidikan pemantapan pimpinan nasional. Langkah ini, lanjut Purnomo, akan dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan strategis pemerintah.

Menurutnya, IKAL Lemhannas akan menyusun konsep pemikiran secara berkala dengan melibatkan para alumni. Konsep tersebut berbasis pendekatan komprehensif-integral dan transdisiplin ilmu.

“Jadi kita akan membuat sebuah konsep yang komprehensif integral, kalau ilmu namanya transdisiplin ilmu. Berbagai ilmu kita taburkan, dan itu pendidikan di lemhanas, kemudian kita akan memberikan sumbang saran pemikiran pada pemerintah,” ucap Purnomo.

Ketum ini menegaskan, dari hasil pemikiran tersebut akan disusun menjadi rekomendasi strategis untuk pemerintah. Fokus kontribusi diarahkan untuk mendukung keberhasilan program Asta Cita secara menyeluruh.

“Yang penting bahwa kita ingin memberikan sumbang saran dan hal-hal yang sifatnya itu strategik,” ujarnya. Purnomo juga menambahkan IKAL Lemhannas akan berperan pada level strategis dalam memberikan masukan kebijakan.

“Tingkatannya itu ada strategi, ada taktikal, ada operasional, kita ingin di strategi. Kita ingin memberikan sumbang saran di pemerintah, dan itu akan kita dorong agar konsep-konsep kita dipakai,” kata profesor tersebut.

Ia memastikan penyusunan gagasan akan melibatkan pengurus pusat dan daerah secara rutin. Kemudian, hasilnya akan dirangkum dan disampaikan kepada pemerintah untuk mendukung Asta Cita.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....