WWF dan DIPI Tekankan Urgensi Data Pangan demi Kesehatan Bangsa
- 10 Apr 2026 23:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- World Wide Fund for Nature Indonesia menekankan urgensi penguatan data konsumsi pangan terhadap status kesehatan publik nasional.
- Kolaborasi lintas sektor diperlukan guna mewujudkan kebijakan sistem pangan nasional berbasis bukti ilmiah secara komprehensif dan berkelanjutan.
- Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia mendesak penguatan integrasi data untuk menganalisis kaitan pola makan daerah dengan kecerdasan generasi mendatang.
RRI.CO.ID, Jakarta - World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia menekankan pentingnya ketersediaan data kesehatan nasional pada pangan. Lembaga tersebut menyampaikan temuan hambatan perumusan kebijakan pangan berkelanjutan berbasis bukti pada Jumat, 10 April 2026.
“Kita menghadapi tantangan kompleks mulai perubahan iklim hilangnya keanekaragaman hayati hingga penyakit akibat pola konsumsi tidak sehat masyarakat. Pilihan makan dipengaruhi banyak faktor sehingga pendekatan harus kolaboratif lintas sektor,” ujar Head of Policy Advocacy and Social Inclusion WWF Indonesia Diah Suradiredja.
Diah menekankan kebijakan sistem pangan membutuhkan dukungan data dan aturan kebijakan yang terintegrasi secara utuh antarsektor. Seluruh pihak harus bekerja sama memastikan proses transformasi sistem konsumsi dari hulu sampai hilir berjalan lebih efektif.
“Apa yang kita makan hari ini diam-diam akan menentukan masa depan kesehatan tubuh kita sendiri. Kesadaran pangan sering terlambat karena dampaknya baru terasa ketika usia menua,” ujarnya.
Wakil Direktur Eksekutif Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI) Teguh Rahardjo menyuarakan urgensi dukungan terhadap ketersediaan data integrasi kuliner. Ia menilai ketiadaan data tersebut menyulitkan analisis hubungan antara pola makan dengan pertumbuhan serta kecerdasan generasi muda nasional.
“Indonesia memiliki beragam kuliner daerah namun belum didukung data mengenai dampak kesehatan maupun perkembangan kecerdasan masyarakat secara menyeluruh. Data tersebut penting untuk merumuskan kebijakan pangan berbasis bukti yang mampu meningkatkan kualitas generasi masa depan,” kata Teguh Rahardjo.
Dia meminta otoritas segera memperkuat struktur data informasi pangan guna menopang keberlanjutan program pembangunan kualitas sumber daya manusia. Kolaborasi lintas kementerian menjadi modal utama penyusunan rencana aksi nasional dalam mencapai peningkatan taraf derajat kesehatan seluruh penduduk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....