Kemenperin dan Mayora Cetak Ratusan Lulusan Vokasi Siap Masuk Industri
- 10 Apr 2026 12:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan PT Mayora Indah Tbk meluluskan ratusan siswa vokasi siap kerja.
- Program kelas industri menghasilkan lulusan kompeten, dengan 73 dari 111 siswa langsung terserap ke dunia kerja.
- Kolaborasi ini memperkuat kualitas SDM industri guna mendukung pertumbuhan manufaktur nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng PT Mayora Indah, Tbk guna meluluskan ratusan siswa kelas industri yang siap kerja. Langkah strategis ini bertujuan menyediakan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten, adaptif, serta memiliki daya saing.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa industri manufaktur tetap menjadi pilar utama ekonomi nasional. Ia terus berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui program pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia usaha.
“Kemenperin proaktif melaksanakan berbagai upaya untuk menjaga ketahanan industri manufaktur. Sektor ini merupakan tulang punggung ekonomi nasional,” ujar Agus di Jakarta, Jumat, 10 April 2026.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi mengatakan program kelas industri telah dirancang kolaboratif. Ia menyebut kurikulum berbasis industri disusun bersama praktisi agar para lulusan mampu memenuhi standar kerja yang nyata.
Lanjutnya, praktik kerja industri turut memperkuat kompetensi teknis seluruh siswa sekolah vokasi milik kementerian tersebut. “Hal ini dilakukan agar lulusan yang dihasilkan benar-benar siap memenuhi kebutuhan dunia kerja,” kata Doddy.
Human Resources Development (HRD) Manager Regional PT Mayora Indah, Tbk Soekma Swasono Darmawan mengapresiasi lulusan vokasi. Ia menyatakan bahwa siswa sekolah kementerian dibekali pemahaman budaya kerja industri yang sangat mendalam.
Menurutnya, hanya lulusan sekolah kementerian yang dapat langsung diterima bekerja tanpa status tenaga alih daya. Ia menyebut keunggulan teknis para siswa membuat mereka masuk ke dalam program Mayora Academy secara eksklusif.
“Dari 10 lebih total sekolah yang bekerja sama dengan Mayora, hanya sekolah dari Kemenperin yang masuk ke dalam program Mayora Academy. Sekolah lainnya harus jadi outsourcing dalam tiga tahun, baru bisa menjalani asesmen untuk jadi karyawan tetap,” ucap Soekma.
Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Wulan Aprilianti Permatasari memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mitra. Ia berharap para lulusan baru tersebut dapat terus berinovasi serta memberikan kontribusi bagi perusahaan.
Lanjutnya, ia menekankan pentingnya penggunaan ilmu dan keterampilan untuk memajukan dunia industri manufaktur nasional. Menurutnya, program kerja sama antara pemerintah dan perusahaan swasta ini telah membuahkan hasil yang sangat positif.
“Harapan kami, para lulusan kelas industri dapat menggunakan ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama belajar. Untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia industri,” kata Wulan.
Program kelas industri ini secara resmi meluluskan 111 siswa dari sekolah kejuruan di Pontianak dan Padang. Sebanyak 73 orang di antaranya telah berhasil terserap langsung untuk bekerja pada perusahaan produk konsumen tersebut.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kini membuka pendaftaran Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama untuk tahun ajaran baru. Masyarakat dapat mengakses tautan resmi jarvis.kemenperin.go.id hingga bulan Mei guna mendaftarkan diri pada unit pendidikan terkait.
Pertumbuhan industri pengolahan tercatat berada pada angka 5,40 persen pada penutupan triwulan keempat tahun lalu. Capaian ini memperkuat posisi manufaktur sebagai motor penggerak utama dalam sistem perekonomian di tanah air.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....