Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik, Potensi Penghematan BBM Puluhan Triliun

  • 09 Apr 2026 20:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Presiden Prabowo Subianto meresmikan VKTR Sakti Industries,pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik
  • 2. Potensi Penghematan BBM Subsidi Rp84,58 triliun
  • 3. PT VKTR Sakti Industries merupakan milik keluarga Bakrie

RRI.CO.ID, Magelang- Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah. Pabrik tersebut merupakan milik keluarga Bakrie.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie mengatakan ada potensi penghematan bahan bakar minyak (BBM) USD5 miliar atau setara Rp84,58 triliun. Penghematan tersebut dari bus dan truk berbasis listrik.

"Subsidi BBM yang bisa dihemat dengan elektrifikasi dari bus dan truk ini bisa sampai USD5 miliar per tahun," kata Anindya dalam sambutannya dalam acara peresmian, Kamis, 9 April 2026. Anin-sapaan Anindya, VKTR akan fokus pengembangan truk dan bus berbasis listrik.

Ia mengakui keberadaan bus dan truk listrik, tidak sebesar motor atau mobil yang jumlahnya 140 juta unit. Namun ia meyakini keberadaan bus dan truk listrik akan memperluas ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.

"Kami memilih bus dan truk listrik karena memang bus dan truk listrik ini bisa menjadi penonggak untuk tumbuhnya ekosistem industri listrik. Memang tidak seseksi kalau dilihat dari motor yang jumlahnya 140 juta maupun mobil, tapi ini bisa menggerakkan ekosistem yang besar," ujarnya.

Anin menjelaskan keberadaan VKTR telah ada sejak tahun 1975 yang dikomandoi oleh Achmad Bakrie. Kala itu nama perusahaan adalah Bakrie Autoparts dengan fokus menyediakan komponen otomotif.

Kemudian dilanjutkan oleh Aburizal Bakri dengan nama 'Bakrie Motor' pada 1997. Perusahaan keluarga Bakrie terhenti akibat krisis moneter 1998 yang melanda Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara.

"Jadi kali ini Vektor melanjutkan perjalanan tersebut, melihat, melanjutkan mimpi, dan dari komponen menjadi kendaraan utuh. Dari masa lalu dengan bensin menjadi elektrik," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengatakan peresmian pabrik kendaraan listrik menjadi momentum penting. Hal ini mendorong industrialisasi nasional berbasis teknologi dan energi bersih.

Presiden menegaskan industrialisasi merupakan tahapan penting dalam kebangkitan teknologi suatu bangsa. Menurutnya, penguasaan teknologi harus mampu diolah menjadi industri yang memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat dan negara.

“Industrialisasi adalah bagian akhir daripada suatu kebangkitan teknologi suatu bangsa. Teknologi harus diolah menjadi industri sehingga bermanfaat bagi suatu bangsa,” kata Presiden Prabowo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....