Presiden Akan Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik

  • 09 Apr 2026 11:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan pabrik kendaraan listrik
  • Mensesneg Prasetyo Hadi menilai, pengembangan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam menelan konsumsi bahan bakar fosil
  • Pengembangan pabrik kendaraan listrik, untuk mengoptimalkan pengembang energi baru terbarukan

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto, dijadwalkan akan meresmikan pabrik kendaraan listrik, di Magelang, Jawa Tengah, Kamis, 9 April 2026. Hal itu disampaikannya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi.

"Iya, bapak Presiden ada agenda untuk meresmikan salah satu pabrik. Pabrik yang memproduksi alat transportasi contohnya bus, truk yang berbasis EV atau berbasis listrik," kata Prasetyo kepada media, saat di temui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Menurutnya, hal ini sebagai salah satu langkah strategis pemerintah untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Dengan digencarkannya pengembangan kendaraan listrik, maka penggunaan bahan bakar fosil diyakininya juga akan turut berkurang.

"Kita memang mesti harus mulai bertransformasi budaya kita. Dari mengonsumsi bahan baku berbasis fosil, menuju ke energi baru terbarukan, salah satunya adalah listrik," ujarnya.

Terlebih lagi Mensesneg menyatakan bahwa hal itu, sebagai langkah transformasi penggunaan energi fosil, dengan yang lebih ramah lingkungan. Dalam konteks ini, Prasetyo juga menyinggung upaya transformasi kerja, yang ditetapkan pemerintah beberapa waktu lalu.

Ia menuturkan, melalui penerapan Work From Home (WFH), menjadi salah satu cara bersama untuk melakukan penghematan konsumsi BBM. Hal tersebut sebagai sikap penghematan penggunaan energi, ditengah eskalasi Timur-Tengah yang berdampak pada energi global.

"Kita semua tahu bahwa dengan perkembangan tadi geopolitik internasional, terjadi dinamika terhadap harga BBM dunia. Sebetulnya memang sudah dan sedang semua dikerjakan oleh pemerintah persiapan menuju ke arah kita ke penggunaan berbasis energi baru dan terbarukan," imbuh Mensesneg.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....