Kepala Bakom Sebut Buku Saku 0% Wujud Semangat Presiden Prabowo Hapus Kemiskinan

  • 08 Apr 2026 19:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Buku Saku “0%” jadi simbol komitmen Prabowo hapus kemiskinan
  • Bakom tegaskan kebijakan berbasis konstitusi dan kesejahteraan menyeluruh
  • DTSEN jadi kunci penyaluran bantuan tepat sasaran

RRI.CO.ID, Jakarta - Buku Saku “0%” sebagai cerminan komitmen besar Presiden Prabowo Subianto dalam menghapus kemiskinan. Buku tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menekan angka kemiskinan hingga nol persen.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Angga Raka Prabowo menyebut buku tersebut lahir dari semangat Presiden dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Ia menegaskan, upaya tersebut juga berlandaskan amanat konstitusi negara.

“Sesuai dengan semangat Bapak Presiden yang ingin mengentaskan atau menghilangkan kemiskinan dari Republik Indonesia. Semangat yang dilakukan Bapak Presiden ini adalah semangat yang berlandaskan konstitusi,” kata Angga dalam konferensi pers di Gedung Binatang Graha, Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 8 Maret 2026.

Ia menjelaskan, buku saku ini juga menjadi sarana komunikasi pemerintah dalam menyampaikan program prioritas secara utuh. Buku ini diharapkan masyarakat dapat memahami arah kebijakan yang dijalankan pemerintah.

Menurutnya, buku tersebut menggambarkan peran negara dalam mendukung kesejahteraan sepanjang siklus kehidupan. Mulai dari masa kandungan, usia anak, usia produktif, hingga lanjut usia.

“Ini sebagai sebuah panduan buat kami bagaimana negara hadir untuk seluruh rakyat sepanjang hayatnya. Dari mulai kandungan hingga akhir hayatnya,” ujar Angga.

Angga menambahkan, buku ini juga bertujuan memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Informasi yang disampaikan diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan penerima manfaat.

“Kami harus memastikan bahwa setiap informasi, setiap kebijakan, setiap langkah pemerintah yang diambil. Khususnya untuk kesejahteraan masyarakat, sampai kepada telinga masyarakat, sampai kepada menerima manfaat,” katanya.

Buku saku ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ia berharap masyarakat semakin peka terhadap kondisi sekitar, khususnya terhadap kelompok yang membutuhkan bantuan.

Pemerintah juga memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara tepat sasaran melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). “Kita berupaya semaksimal mungkin agar penerima manfaat adalah orang-orang yang memang berhak,” ucap Angga.

Melalui peluncuran buku ini, pemerintah optimistis program pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif. Pendekatan berbasis data dan komunikasi yang jelas dinilai menjadi kunci dalam mencapai target tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....