Pupuk Indonesia Pastikan Stok Aman meski Konflik Hormuz

  • 08 Apr 2026 12:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah memastikan stok pupuk nasional tetap aman meski ada konflik di Selat Hormuz
  • Distribusi pupuk ke petani dipastikan berjalan lancar tanpa gangguan signifikan
  • Tata kelola pupuk diperbaiki sejak 2025 untuk mempercepat penyaluran
  • Deregulasi membuat pupuk lebih mudah diakses dan meningkatkan efisiensi produksi
  • Harga pupuk mengalami penurunan sehingga lebih terjangkau bagi petani
  • Stok pupuk nasional mencapai sekitar 1,29 juta ton
  • Produksi pupuk dalam negeri mencapai 14,5–15 juta ton per tahun
  • Indonesia dinilai tidak terdampak signifikan dan memiliki ketahanan sektor pupuk yang kuat

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk nasional tetap aman di tengah potensi gangguan distribusi global akibat konflik Selat Hormuz. Distribusi pupuk kepada petani juga dipastikan berjalan lancar.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi mengatakan kondisi ini menunjukkan ketahanan sektor pertanian nasional tetap kuat. Sistem distribusi dinilai mampu merespons dinamika global.

“Seluruh ekosistem pangan kita aman,” ucapnya dalam rapat kerja bersama DPR, Selasa, 7 April 2026. Ia menjelaskan pemerintah telah melakukan perbaikan tata kelola pupuk sejak 2025, kebijakan ini mempermudah penyaluran pupuk kepada petani.

Menurutnya, deregulasi membuat pupuk lebih cepat diakses petani. Selain itu, revitalisasi pabrik juga meningkatkan efisiensi produksi.

Ia mengatakan harga pupuk juga mengalami penurunan. Hal ini membuat pupuk lebih terjangkau bagi petani.

Kondisi tersebut berdampak pada peningkatan penyerapan pupuk. Peningkatan ini juga berkontribusi terhadap produksi pertanian nasional.

Dari sisi ketersediaan, stok pupuk nasional saat ini mencapai 1,29 juta ton, seluruh pabrik pupuk juga beroperasi secara optimal. “Stok aman dan tidak ada masalah,” ucapnya.

Ia menjelaskan Selat Hormuz merupakan jalur utama perdagangan pupuk dunia. Gangguan di jalur ini berdampak pada distribusi global.

Namun, Indonesia tidak terdampak signifikan karena memiliki industri pupuk yang kuat. Bahkan kondisi ini membuka peluang bagi Indonesia.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memastikan produksi pupuk nasional tetap aman di tengah konflik Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan dalam forum internasional di Bali.

Ia mengatakan produksi pupuk Indonesia mencapai 14,5 hingga 15 juta ton per tahun. Sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Produksi kita cukup, bahkan ada sisa yang bisa dialokasikan untuk ekspor,” ucapnya. Menurutnya, sisa produksi sekitar 1,5 juta ton mulai diminati sejumlah negara, bahkan beberapa negara telah menghubungi pemerintah untuk mengamankan pasokan.

Ia menyebut gangguan global justru menjadi peluang bagi Indonesia, hal ini karena posisi Indonesia sebagai produsen pupuk besar dunia. “Dengan kondisi ini, kebutuhan pertanian dan pangan kita tetap aman,” ucapnya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis sektor pertanian tetap terjaga. Selain itu, peluang ekspor juga dinilai dapat meningkatkan nilai ekonomi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....