Munas X LDII, Menteri Haji Tekankan Literasi Digital dan Karakter
- 07 Apr 2026 15:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Haji: Literasi digital kunci saring konten negatif global
- Teknologi harus diarahkan untuk hal produktif dan kemajuan bangsa
- LDII sinergikan literasi digital dengan penguatan karakter muda
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah RI Dr KH Mochamad Irfan Yusuf menyoroti pentingnya literasi digital dalam menghadapi perkembangan teknologi global saat ini. Ia menilai generasi muda harus memiliki kemampuan menyaring informasi agar tidak terpengaruh konten negatif yang beredar luas.
“Digitalisasi harus diimbangi dengan literasi yang baik agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan. Kita harus mampu memanfaatkan teknologi secara bijak untuk mendukung pembangunan dan kemajuan bangsa secara berkelanjutan ke depan,” ujar Irfan dalam kegiatan Pembukaan Munas X LDII 2026, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Irfan Yusuf menjelaskan perkembangan teknologi membawa peluang besar sekaligus risiko yang harus diantisipasi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk hal produktif yang memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat luas.
“Kalau tidak siap menghadapi perkembangan teknologi, kita bisa tertinggal dari negara lain yang lebih siap secara digital. Literasi digital menjadi kunci agar masyarakat mampu bersaing dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi sangat cepat," katanya.
Ia menambahkan peran keluarga dan lingkungan sangat penting dalam membentuk pola pikir generasi muda di era digital. Menurutnya, pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi digital di tengah masyarakat saat ini.
Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menilai literasi digital harus dibarengi dengan penguatan karakter generasi muda. Ia menyebut penggunaan teknologi tanpa pengawasan dapat berdampak negatif terhadap pola pikir dan perilaku generasi muda.
“Kita harus bisa mengarahkan teknologi untuk hal yang positif agar generasi muda tidak kehilangan nilai kebangsaan. Anak-anak sekarang lebih banyak terpapar konten digital sehingga perlu pendampingan agar tetap memiliki karakter kuat,” ucapnya.
Chriswanto menjelaskan LDII telah melakukan berbagai program edukasi untuk meningkatkan kesadaran literasi digital masyarakat luas. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab organisasi dalam menghadapi tantangan era digital saat ini.
“Program edukasi ini kami lakukan agar masyarakat mampu menggunakan teknologi secara bijak dan memberikan manfaat bagi kehidupan. Kami ingin generasi muda menjadi pelaku utama dalam memanfaatkan teknologi untuk hal positif dan produktif di masa depan,” ucapnya.
Ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan literasi digital masyarakat di berbagai daerah Indonesia saat ini. Menurutnya, sinergi tersebut sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang cerdas digital dan berdaya saing tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....