Gelar Munas, LDII Tegaskan Peran Ormas Islam Bangun Ketahanan Bangsa
- 07 Apr 2026 11:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Munas X LDII fokus perkuat ketahanan nasional hadapi krisis global
- Ketua LDII tekankan delapan program prioritas adaptif pemerintah
- Menteri Haji ajak kolaborasi ormas demi kedaulatan bangsa Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta — Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menegaskan peran strategis organisasi kemasyarakatan Islam dalam memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika global. Hal ini disampaikannya dalam Musyawarah Nasional (Munas) X LDII.
Ketua Umum LDII Chriswanto Santoso mengatakan Munas X menjadi momentum evaluasi kepengurusan periode 2021–2026. Dalam momen ini sekaligus merumuskan program strategis yang adaptif terhadap perubahan lingkungan global.
“Kita tetap harus survive, mereka perang, kita harus punya daya tahan. Ini tanggung jawab kita semua agar Indonesia tetap kuat,” kata Chriswanto dalam pembukaan Munas di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Ia menjelaskan, ketahanan nasional tidak hanya berkaitan dengan aspek militer. Tetapi juga mencakup ketahanan energi, pangan, ekonomi, hingga budaya yang harus diperkuat secara menyeluruh.
Menurut dia, LDII sebagai bagian dari komponen bangsa memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas nasional. Termasuk merespons dampak konflik global yang memengaruhi berbagai sektor.
Chriswanto menyebutkan LDII memiliki delapan program prioritas yang relevan dengan agenda pemerintah. Di antaranya pembangunan SDM, penguatan wawasan kebangsaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi syariah, energi baru terbarukan, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, serta teknologi digital.
Ia menegaskan, pembangunan sumber daya manusia menjadi fokus utama. Langkah ini dilakukan agar kekayaan bangsa dapat dikelola oleh masyarakat Indonesia sendiri.
“Kalau Anda bisa berkarya, lakukanlah untuk membangun negara ini. Kita harus berkontribusi agar Indonesia tetap memiliki daya tahan,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf mengapresiasi pelaksanaan Munas X LDII yang dinilai mampu memperkuat kontribusi organisasi dalam mendukung pembangunan nasional.
Ia mengatakan tema Munas yang mengusung penguatan peran LDII dalam membangun Indonesia yang berdaulat, harmonis, dan berkeadaban selaras dengan visi pemerintah.
“Kita membutuhkan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan masyarakat. Ketahanan nasional hanya akan kokoh jika dibangun oleh seluruh elemen bangsa,” kata Irfan.
Menurut dia, situasi global yang penuh ketidakpastian akibat konflik geopolitik. Ini berdampak pada sektor energi, pangan, hingga stabilitas ekonomi, sehingga diperlukan sinergi lintas sektor.
Ia menilai LDII telah menunjukkan peran nyata melalui dakwah yang menyejukkan. Diperlukan juga kontribusi sosial dalam menjaga harmoni dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Lebih lanjut, Irfan menekankan organisasi kemasyarakatan memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan masyarakat. “Peran organisasi seperti LDII sangat vital sebagai penghubung antara visi besar bangsa dan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Munas X LDII yang berlangsung pada 7–9 April 2026 diikuti ratusan peserta secara langsung serta ribuan peserta dari seluruh Indonesia secara daring. Acara ini memiliki agenda evaluasi, penyusunan program kerja, serta pemilihan kepengurusan baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....