Pemerintah Ingin Dosen WFH Sehari
- 07 Apr 2026 00:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 3. WFH untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM)
- 1. Pemerintah ingin dosen menerapkan bekerja dari rumah (WFH)
- 2. Mahasiswa semester lima keatas akan belajar secara online
RRI.CO.ID, Jakarta- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto akan mengatur agar dosen dan tenaga pendidik (Tendik) bekerja dari rumah/WFH. Oleh sebab itu menurutnya mata kuliah yang 'diampu' dosen dapat diatur sehingga menunjang pelaksanaan WFH.
"Kemudian yang lainnya juga adalah pengaturan mata kuliah. Kita juga mempedomani arahan bahwa bagaimana satu hari tendik dosen itu tidak ke kampus gitu ya, bekerja dari rumah," kata Menteri Brian kepada wartawan, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 6 April 2026.
Menteri Brian menginginkan agar dosen mengajar di kampus hanya empat hari, kemudian satu hari WFH. Ia menegaskan kegiatan WFH tidak boleh menurunkan kualitas pendidikan sehingga perkuliahan harus diatur.
"Kita tentu berikan kepada kampus-kampus bagaimana dosen-dosen itu ketika bekerja tidak tersebar di lima hari tetapi bisa empat hari. Satu hari bisa bekerja dari rumah, itu dengan mengatur perkuliahan sehingga lebih terkonsentrasi," ujarnya.
"Tentu sekali lagi ini tidak mengurangi capaian pembelajaran. Jangan sampai mengganggu kualitas pengajaran," katanya menegaskan.
Menteri Brian menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2026 untuk penyesuaian pola kerja di lingkungan Kemdiktisaintek dan kegiatan akademik di perguruan tinggi. Dalam SE, Mendiktisaintek mengimbau perguruan tinggi untuk menerapkan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara proporsional.
Adapun kegiatan perkuliahan, Brian meminta perguruan tinggi untuk menyelenggarakan sistem daring/PJJ. Kegiatan belajar secara online untuk mahasiswa semester lima mulai pekan ini.
"Mencermati lagi mana mata kuliah-mata kuliah yang memungkinkan untuk diselenggarakan secara hybrid atau kuliah PJJ gitu ya. Tentu kita kan membuat budaya kerja yang lebih efisien ya," kata Menteri Brian.
Menteri Brian meminta agar pembelajaran online tidak diterapkan untuk mahasiswa semester awal. Menurutnya pondasi akademik harus dibangun sejak awal perkuliahan.
Kegiatan perkuliahan secara online merupakan salah satu bentuk penerapan kebijakan transformasi budaya kerja nasional. Kebijakan tersebut merupakan upaya pemerintah menyikapi dinamika global imbas perang Iran dengan Amerika Serikat.
Kebijakan transformasi budaya kerja nasional diumumkan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Menteri Airlangga juga mengumumkan penghematan bahan bakar minyak (BBM), salah satunya dengan menerapkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).
"Pemerintah menetapkan kebijakan transformasi budaya kerja yang mendorong perubahab perilaku kerja yang lebih efisien. Kemudian lebih produktif dan berbasis digital," kata Menteri Airlangga, di Seoul, Korea Selatan, Selasa, 31 Maret 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....