Pemerintah Targetkan Program Bedah Rumah Rakyat Capai 400 Ribu Unit pada 2026
- 06 Apr 2026 22:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menargetkan program bedah rumah rakyat mencapai 400.000 unit pada 2026
- Pemerintah juga memastikan pemerataan program bedah rumah rakyat bagi penerima manfaat di seluruh daerah tanpa pengecualian
- Presiden Prabowo memberikan arahan agar pembangunan perumahan difokuskan di kawasan perkotaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menargetkan program bedah rumah rakyat mencapai 400.000 unit pada 2026. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyebut target tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah memperluas akses hunian layak.
"Sedang dipersiapkan bersama dengan Menteri Keuangan, Mensesneg dan Pak Seskab untuk renovasi rumah rakyat di seluruh Indonesia. Tahun lalu itu 45.000 rumah, tahun ini 400.000 rumah," ujar Ara usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin, 6 April 2026.
Selain peningkatan jumlah, Ara mengatakan pemerintah juga memastikan pemerataan penerima manfaat di seluruh daerah. Tahun ini, seluruh kabupaten dan kota ditargetkan memperoleh program bedah rumah tanpa pengecualian.
"Tahun lalu ada 220 kabupaten/kota yang tidak dapat. Tahun ini semua kabupaten/kota di seluruh Indonesia mendapatkan program bedah rumah dari Bapak Presiden Prabowo," kata Ara.
Ara menilai kebijakan tersebut memiliki dampak luas terhadap perekonomian masyarakat. "Ini program yang sangat signifikan, dan akan menggerakkan ekonomi dan juga akan berkeadilan," ujarnya.
Presiden Prabowo, kata Ara, memberikan arahan agar pembangunan perumahan difokuskan di kawasan perkotaan. Pemanfaatan lahan negara menjadi salah satu strategi utama untuk mendukung program tersebut.
"Kemudian arahan beliau, bagaimana fokus di kota-kota, bagaimana lahan-lahan negara. Terutama dari kereta api yang ada di BUMN maupun Danantara itu diprioritaskan untuk rumah susun," ucap Ara.
Saat ini, lanjut Ara, pihaknya telah mulai mengidentifikasi sejumlah lokasi potensial bersama pihak terkait. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat realisasi pembangunan perumahan rakyat di berbagai daerah.
"Dalam dua hari ini, kami sudah menyisir secara bertahap bersama Dirut Kereta Api dan juga Kepala Badan Pengaturan BUMN. Kemarin di Jakarta di kawasan Tanah Abang," ujarnya.
Menurut Ara, pemanfaatan lahan negara akan dikombinasikan untuk berbagai kelompok masyarakat. Skema ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah secara seimbang.
Selain di Jakarta, pemerintah juga mulai menyiapkan rencana pembangunan di daerah lain seperti Bandung. "Akhir bulan ini kami akan mulai bersama dengan Dirut Kereta Api, mulai mempersiapkan untuk pembangunan di Kota Bandung," ucap Ara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....