Penguatan Ketahanan Energi, PHE Dorong Percepatan Pengembangan Lapangan Migas
- 06 Apr 2026 16:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kuala Lumpur - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui percepatan pengembangan lapangan minyak dan gas bumi (migas) di tengah dinamika geopolitik global.
Direktur Pengembangan dan Produksi PHE, Mery Luciawaty menyampaikan komitmen itu dalam Offshore Technology Conference Asia 2026. Forum diskusi internasional tersebut berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu, 1 April 2026.
Forum bertajuk “Accelerating Development for Energy Security: Fast-Tracking Field Strategies in a Volatile World”, membahas volatilitas harga minyak. Dalam paparannya, Mery menegaskan bahwa percepatan pengembangan lapangan migas menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan produksi migas nasional.
“Di tengah ketidakpastian global, percepatan pengembangan lapangan migas menjadi langkah strategis untuk memastikan ketahanan energi nasional. Sekaligus, menjaga keberlanjutan pasokan energi bagi masyarakat dan industri,” ujar Mery.
Mery menjelaskan, PHE sebagai Subholding Upstream Pertamina, saat ini mengelola 20 basin. Total produksi mencapai sekitar 1 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD).
Angka tersebut berkontribusi sekitar 65% terhadap produksi minyak nasional. Serta, 36% produksi gas nasional dari 27% wilayah kerja migas domestik.
Kendati pencapaian mengesankan tersebut, PHE kini dihadapkan tantangan pengembangan lapangan. Tingkat penurunan minyak 24% dan gas 21%, dengan 65% aset PHE berusia di atas 30 tahun, menjadi major challenges.
Tantangan lainnya yaitu biasa operasional PHE yang cukup tinggi. Produksi di PHE sudah berada di tahap pengembangan akhir, dimana dalam peningkatan produksi, PHE melakukan enhanced oil recovery (EOR).
EOR adalah steamflood yang membutuhkan dukungan dari keandalan Listrik. EOR juga membutuhkan aktivitas chemical oil recovery yang menelan biaya lebih tinggi dibandingkan conventional drilling.
PHE menjalankan berbagai strategi utama untuk mendukung peningkatan produksi, antara lain melalui percepatan pematangan proyek. Sebagai contoh, proyek eksplorasi dengan melibatkan tim pengembangan sejak dini dalam menentukan rencana pengembangan.
PHE juga terus mendorong penerapan inovasi teknologi untuk pengembangan lapangan deepwater, migas nonkonvensional, chemical enhanced oil recovery (CEOR). Serta, pengembangan ekosistem carbon capture, utilization and storage (CCUS) sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
PHE juga memperkuat portofolio internasional melalui anak usaha PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP). PIEP mengelola aset di Aljazair, Irak, dan Malaysia, serta kepemilikan saham mayoritas di Maurel & Prom.
PHE optimistis dapat terus meningkatkan kinerja operasional melalui berbagai inisiatif tersebut. Sekaligus, mendukung target swasembada energi nasional.
“Dengan penguatan kapabilitas organisasi, kemitraan strategis, serta dukungan kebijakan fiskal yang kompetitif, PHE berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pengembangan migas nasional guna mendukung ketahanan energi Indonesia,” ujar Mery.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....