Inpres Jagung Terbit, Pemerintah Lindungi Petani

  • 06 Apr 2026 15:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menerbitkan Inpres Nomor 3 Tahun 2026 tentang pengadaan dan pengelolaan jagung dalam negeri
  • Pemerintah menargetkan pengadaan jagung dalam negeri sebanyak 1 juta ton pada 2026
  • Harga Pembelian Pemerintah jagung ditetapkan Rp5.500 per kilogram
  • Pengadaan jagung dalam negeri ditugaskan kepada Perum Bulog untuk memperkuat cadangan jagung pemerintah
  • Produksi jagung nasional surplus sehingga impor jagung pakan dihentikan
  • Jagung difokuskan untuk peternak mandiri dan pabrik pakan ternak guna menjaga stabilitas harga
  • Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp678 miliar untuk program stabilisasi jagung pakan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2026 tentang pengadaan dan pengelolaan jagung dalam negeri. Kebijakan ini sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada petani jagung Indonesia.

Dalam Inpres tersebut, pemerintah menargetkan pengadaan jagung dalam negeri sebanyak 1 juta ton pada 2026. Harga Pembelian Pemerintah (HPP) ditetapkan Rp5.500 per kilogram.

Pengadaan jagung dalam negeri ditugaskan kepada Perum Bulog. Pengadaan ini untuk memperkuat Cadangan Jagung Pemerintah.

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyambut baik terbitnya Inpres tersebut. Ia mengatakan kebijakan ini menjadi bukti komitmen pemerintah melindungi petani jagung.

“Indonesia sudah swasembada jagung untuk pakan. Impor jagung pakan sudah nol persen,” ucapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung pipilan kering pada 2025 mencapai 16,16 juta ton. Sementara kebutuhan nasional sekitar 15,23 juta ton sehingga masih surplus 0,93 juta ton.

Dalam Inpres tersebut juga diatur penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah (CJP). Penyaluran dapat dilakukan melalui operasi pasar umum maupun pasar khusus.

Penyaluran jagung difokuskan untuk peternak mandiri dan pabrik pakan ternak. Tujuannya menjaga stabilitas harga pakan dan produk peternakan.

Stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) terus mengalami peningkatan. Hingga kuartal pertama 2026, stok jagung pemerintah mencapai 168 ribu ton.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan siap dilaksanakan tahun ini. Total alokasi penyaluran mencapai 242 ribu ton.

“Program SPHP jagung pakan terus dikebut persiapannya dan diharapkan bisa berjalan bulan ini,” ucapnya di Jakarta, Minggu 5 April 2026.

Program ini bertujuan membantu peternak mendapatkan jagung pakan dengan harga terjangkau. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menstabilkan harga telur dan daging ayam.

Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp678 miliar untuk program SPHP jagung pakan tahun 2026. Penyaluran akan difokuskan pada wilayah yang tidak sedang panen raya jagung.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap produksi jagung dalam negeri semakin kuat. Selain itu, kesejahteraan petani dan stabilitas harga pangan juga diharapkan tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....