Serangan Israel ke Pasukan UNIFIL, MUI: Mencederai Prinsip Kemanusiaan Universal
- 06 Apr 2026 13:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Majelis Ulama Indonesia mengecam keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya prajurit TNI dalam misi UNIFIL
- MUI menilai insiden ini sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia mengecam keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya prajurit TNI dalam misi UNIFIL. MUI menilai insiden ini sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan.
"Tindakan ini tidak hanya melanggar norma hukum internasional, tetapi juga mencederai prinsip kemanusiaan universal. Pasukan perdamaian hadir untuk menjaga stabilitas dan mencegah konflik, bukan untuk menjadi sasaran kekerasan," ucap Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim dalam keterangan tertulis mengutip MUI Digital, Senin, 6 April 2026.
Ia menilai, insiden ini harus direspons secara serius oleh komunitas internasional. Organisasi tersebut mendorong adanya penyelidikan yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, MUI juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil langkah tegas. Upaya ini dinilai penting guna memastikan adanya kejelasan hukum atas insiden tersebut.
"Saya memandang secara politik dan diplomatik, serangan ini mengandung pesan yang sangat serius. Ini menunjukkan adanya eskalasi konflik yang semakin meluas," ucap Sudarnoto.
"Juga berpotensi menyeret aktor-aktor internasional ke dalam pusaran ketegangan yang lebih besar di kawasan Timur Tengah," ujarnya. Lebih lanjut, Sudarnoto menilai serangan tersebut berpotensi melemahkan sistem kerja sama global dalam menjaga perdamaian dunia.
Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat berdampak pada negara-negara yang berkontribusi dalam pasukan penjaga perdamaian. "Khususnya di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan berbagai kepentingan global," ucapnya.
Selain itu, Sudarnoto juga menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Ia berharap keluarga korban diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi kehilangan.
"Atas nama MUI, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan lahir batin kepada keluarga almarhum," ucap Sudarnoto.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB di Lebanon. Presiden mengecam keras insiden yang menyebabkan wafatnya para prajurit tersebut.
"Bangsa Indonesia berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas mulia sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon. Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian," kata Presiden Prabowo dalam unggahan di akun Instagram resmi @prabowo, Minggu, 5 April 2026.
"Serta menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa. Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan, Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon," ujar Presiden.
Presiden menegaskan, negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para prajurit yang gugur. Kepala Negara memastikan pengorbanan mereka akan terus dikenang oleh seluruh rakyat Indonesia.
"Negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para pahlawan, menjaga kehormatan prajurit kita. Serta memastikan pengorbanan mereka tidak pernah dilupakan," ucap Presiden.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....