Kardinal Suharyo: Gereja Katolik Prioritaskan Perdamaian Dunia
- 05 Apr 2026 19:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, menegaskan Gereja Katolik memprioritaskan perdamaian dunia.
- Hal ini sejalan dengan arah kepemimpinan Paus Leo XIV di tengah konflik global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kardinal Ignatius Suharyo, menegaskan Gereja Katolik memprioritaskan perdamaian dunia. Hal ini sejalan dengan arah kepemimpinan Paus Leo XIV di tengah konflik global.
Ia menyampaikan pesan perdamaian sudah ditegaskan Paus sejak awal kepemimpinannya. Pesan itu disampaikan saat Paus Leo tampil pertama kalinya di Basilika Santo Petrus.
Saat itu, Paus menyampaikan doa agar damai Tuhan menyertai seluruh dunia. Pesan tersebut dinilai sebagai komitmen kuat terhadap perdamaian global.
“Itu artinya, beliau sungguh-sungguh ingin menyatakan bahwa masa kepemimpinan pelayanan sebagai Paus akan mengusahakan perdamaian. Tetapi Paus tidak mempunyai angkatan bersenjata apapun, melainkan keteguhan moral sebagai implikasi dari iman.” ujar Kardinal Suharyo dalam konferensi pers usai Misa Pontifikal di Gereja Katedral Jakarta, Minggu, 5 April 2026.
Dalam konteks konflik glglobal, tambahnya, Paus juga menyampaikan sikap tegas terhadap perang. Ia menilai doa pemimpin yang memaklumkan perang tidak akan didengar Tuhan.
Kardinal menilai perang merupakan tindakan melanggar hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan yang dampaknya juga dirasakan luas oleh masyarakat dunia. “Yang ada adalah akibat yang sangat buruk, bukan hanya bagi dunia, bagi bumi, tetapi bagi umat manusia,” katanya.
Ia menambahkan, Paus mengajak umat Katolik terus mendoakan perdamaian setiap hari. Ajakan ini tetap disampaikan meski konflik belum mereda.
Kardinal Suharyo juga mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sederhana. Ia menekankan pentingnya hidup secukupnya dan tidak berlebihan.
Di sisi lain, Humas Katedral Jakarta, Susyana Suwadie, menyampaikan pelaksanaan Misa Pontifikal berlangsung khidmat. Misa dipimpin Kardinal Suharyo pada pukul 08.30 WIB.
"Kurang lebih umat yang hadir pada Misa Pontifikal ada 2.500 jemaat. Ada yang di dalam gereja, Graha Pemuda, Plaza Maria, dan tenda tambahan," ujarnya.
Selain itu, misa Paskah di Katedral Jakarta digelar dalam tiga sesi. Hal ini untuk mengakomodasi tingginya antusiasme umat yang ingin beribadah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....