Hotspot Meningkat, Pemerintah Aktifkan Posko Karhutla di Kalimantan Barat

  • 05 Apr 2026 13:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah melakukan antisipasi dalam menyikapki meningkatnya jumlah titik panas dan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Terkait hal itu, Kementerian Kehutanan melakukan antisipasi pasca Idulfitri 2026, serta potensi fenomena El Niño (“Godzilla El Niño”).

Mengantisipasi karhutla, Dirjen Gakum Kehutanan dan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kalimantan melakukan penguatan pengawasan. Mereka juga mengaktifkan Posko Pengendalian Karhutla di lingkup UPT Kementerian Kehutanan di Kalimantan Barat.

“Langkah ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan terpadu menghadapi potensi peningkatan karhutla. Sekaligus menindaklanjuti SK Gubernur Kalimantan Barat Nomor 97/BPBD/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Asap akibat karhutla,” ujar Sustyo Iriyono selaku Polhut Ahli Utama, Minggu, 5 Maret 2026.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, jumlah hotspot di Kalimantan Barat menunjukkan peningkatan signifikan. Per 31 Maret 2026 tercatat 7.883 titik panas.

Sementara itu, total luas karhutla yang berhasil dipadamkan mencapai 479,12 hektare. Dengan sebaran terbesar di Kubu Raya, Sambas, Ketapang, Mempawah, dan Singkawang.

Dalam upaya penanganan, sebanyak 13 regu Manggala Agni atau sekitar 195 personel telah dikerahkan. Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan deteksi dini, kesiapan personel, serta koordinasi lintas sektor.

“Pengawasan jadi kunci, bukan hanya dalam pemadaman di lapangan, tapi juga memastikan kontrol yang konsisten dan langkah antisipatif berjalan dengan baik. Dengan begitu, potensi kebakaran bisa dideteksi lebih cepat dan ditangani lebih efektif,” ujar Sustyo.

Sementara, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kalimantan Yudho S. Mustiko menambahkan, Kalbar termasuk wilayah tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi. Karena itu, aktivasi posko menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem deteksi dini, mempercepat respons di lapangan, serta meningkatkan koordinasi.

Posko Pengendalian Karhutla ini menjalankan berbagai upaya, mulai dari patroli terpadu di wilayah rawan, pemantauan hotspot secara intensif. Kemudian peningkatan kesiapsiagaan personel dan peralatan, hingga penguatan sistem pelaporan cepat antar UPT.

Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat juga terus dilakukan, terutama untuk mengingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Seluruh pihak diharapkan tetap waspada dan siap siaga, sehingga setiap potensi karhutla dapat ditangani sejak dini.

“Partisipasi masyarakat juga menjadi kunci, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan. Serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran,” katanya.

Aktivasi posko ini diharapkan mampu memperkuat langkah pencegahan sejak awal musim kemarau. Sehingga dampak karhutla dapat ditekan dan risiko asap lintas wilayah maupun lintas negara bisa dihindari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....