Mengenal Sejarah Paskah dan Maknanya

  • 05 Apr 2026 14:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Paskah memperingati kematian dan kebangkitan Yesus Kristus yang menjadi dasar iman Kristen.
  • Tanggal Paskah tidak tetap karena penentuannya berkaitan dengan siklus bulan dan Paskah Yahudi.
  • Telur dan kelinci menjadi simbol kehidupan baru yang identik dengan perayaan Paskah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Paskah memperingati kematian dan kebangkitan Yesus Kristus di Yerusalem sekitar 2.000 tahun lalu. Bagi umat Kristiani, kebangkitan Yesus menjadi dasar utama iman Kristen.

Melansir dari Christian Inquiry Agency, Yesus disalibkan pada hari Jumat lalu bangkit pada hari Minggu berikutnya. Peristiwa itu kemudian menjadi pusat perayaan Paskah dalam tradisi gereja.

Kisah Para Rasul mencatat kesaksian Petrus tentang kebangkitan Yesus di hadapan banyak orang. Ia menegaskan Yesus telah dibunuh, tetapi dibangkitkan Allah dari antara orang mati.

Paskah dalam Tradisi Kristen

Karena kebangkitan terjadi pada hari Minggu, umat Kristen mula-mula mengadopsi Minggu sebagai hari ibadah bersama. Namun, perayaan Minggu Paskah sebagai peringatan tahunan muncul dalam perkembangan selanjutnya.

Gereja menggunakan Hari Paskah untuk memuji Tuhan atas kebangkitan Yesus dari kematian. Dalam beberapa tradisi, hari itu juga dipakai untuk mengenang para martir Kristen.

Pada sejumlah tradisi, Paskah juga menjadi hari pembaptisan bagi orang yang baru memeluk Kristen. Mereka biasanya mengenakan pakaian putih sebagai lambang kehidupan baru dalam iman.

Mengapa Tanggal Paskah Berbeda?

Tanggal kelahiran, kematian, dan kebangkitan Yesus tidak tercatat secara pasti dalam sejarah. Karena itu, perayaan Paskah tidak memiliki tanggal tetap seperti Hari Natal.

Paskah dapat jatuh antara 22 Maret hingga 25 April dalam kalender gereja Barat. Penentuannya berkaitan dengan Paskah Yahudi yang mengikuti siklus bulan.

Pada abad keempat, para pemimpin gereja menyepakati Paskah jatuh pada hari Minggu tertentu. Tepatnya, Minggu setelah bulan purnama pertama sesudah ekuinoks musim semi.

Perbedaan kalender antara gereja Barat dan gereja Timur kemudian menambah kerumitan penetapan tanggal. Akibatnya, umat Kristen Ortodoks sering merayakan Paskah pada hari Minggu berbeda.

Asal Nama Paskah

Di banyak negara, nama Paskah berasal dari kata Passover yang terkait tradisi Yahudi. Dalam bahasa Prancis disebut Paques, bahasa Spanyol Pascua, dan bahasa Italia Pasqua.

Sementara itu, kata Easter berasal dari nama dewi pagan Anglo-Saxon, Eostre. Di Jerman, perayaan itu disebut Ostern karena terkait nama dewi Ostara.

Telur dan kelinci juga lama dikaitkan dengan Paskah sebagai simbol kehidupan baru. Simbol itu selaras dengan makna Paskah sebagai kebangkitan dan awal baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....