Negara Hadir dalam Duka: Pelukan Presiden untuk Anak Prajurit

  • 04 Apr 2026 21:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon
  • Suasana haru menyelimuti prosesi tersebut ketika Presiden Prabowo menyalami satu per satu keluarga keluarga korban
  • Presiden Prabowo juga memberikan pelukan kepada anak-anak prajurit yang gugur
  • Upacara pelepasan jenazah dilaksanakan di apron VIP bandara dengan Inspektur Upacara Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak

RRI.CO.ID, Tangerang — Duka mendalam menyelimuti kepulangan tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian dunia di Lebanon. Namun di tengah kesedihan itu, negara menunjukkan kehadirannya secara nyata melalui sosok Prabowo Subianto.

Bukan hanya sebagai kepala negara, Presiden datang sebagai figur yang mencoba menguatkan keluarga yang ditinggalkan. Di ruang VIP Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu 4 April 2026, suasana berubah haru ketika ia menyapa satu per satu keluarga korban.

Tangis pecah saat Presiden memeluk anak-anak para prajurit yang gugur. Momen tersebut menjadi gambaran kuat bahwa kehilangan ini bukan hanya milik keluarga, tetapi juga kehilangan bangsa.

Gestur sederhana berupa pelukan dan sapaan hangat itu menjadi simbol bahwa pengorbanan para prajurit tidak dilupakan. Negara hadir bukan hanya dalam bentuk upacara militer, tetapi juga dalam empati.

Tiga prajurit yang gugur tersebut adalah Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadon. Mereka kehilangan nyawa saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian PBB di Lebanon selatan.

Insiden tragis terjadi dalam dua hari berturut-turut. Kopda Farizal gugur akibat serangan terhadap posisi pasukan perdamaian, sementara dua rekannya meninggal dunia akibat ledakan bom pinggir jalan.

Meski gugur di tanah jauh, kepulangan mereka disambut dengan penghormatan penuh. Upacara militer digelar sebagai bentuk penghargaan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing untuk dimakamkan.

Lebih dari sekadar seremoni, peristiwa ini mengingatkan bahwa di balik setiap misi perdamaian, ada risiko besar yang dihadapi para prajurit. Dan di balik setiap pengorbanan, ada keluarga yang harus menanggung kehilangan.

Di momen itulah, pelukan Presiden menjadi pesan kuat. Negara tidak tinggal diam dalam duka rakyatnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....