Pimpinan HKBP Sebut Paskah Bawa Pesan Damai di tengah Konflik Global
- 04 Apr 2026 14:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pendeta Victor Tinambunan menegaskan Paskah mengandung pesan kuat tentang perdamaian dan kemanusiaan di tengah konflik global
- Paskah mengajak umat untuk bersikap anti perang dan berpihak pada nilai kemanusiaan serta kesejahteraan bersama
RRI.CO.ID, Jakarta — Ompu I Ephorus HKBP Victor Tinambunan menekankan makna Paskah sebagai pesan kuat tentang perdamaian di tengah konflik global. Menurutnya, Paskah mengingatkan bahwa Allah adalah sumber cinta damai bagi seluruh umat manusia.
Ia mengatakan, sejarah menunjukkan dunia tidak pernah lepas dari konflik berkepanjangan. Dalam setiap peperangan, kata dia, tidak ada pihak yang benar-benar menang karena semua pihak mengalami kerugian.
“Di dalam perang tentu tidak ada yang menang, semua yang kalah. Di masing-masing negara yang berkonflik, berperang dari semua sisi ada korban manusia, ada kerugian besar,” kata Pendeta Victor saat berdialog dengan Pro3 RRI, Sabtu, 4 April 2026.
Ia juga menyoroti dampak konflik global yang tidak hanya dirasakan negara yang terlibat. Kenaikan harga energi, menurutnya, turut berdampak pada negara lain termasuk Indonesia.
Victor mencontohkan, di saat Yesus memilih jalan damai terhadap orang yang terlibat dalam penyaliban meski memiliki kuasa untuk membalas. Nilai tersebut menjadi dasar bahwa perdamaian merupakan nilai tertinggi dalam kemanusiaan.
“Oleh karena itu Paskah ini memberi pesan supaya orang-orang Kristen betul-betul anti perang. Tetapi cinta perdamaian,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak berpihak pada konflik antarnegara. Menurutnya, sikap yang harus diambil adalah berpihak pada kemanusiaan dan kesejahteraan bersama.
Selain itu, Pendeta Victor juga mengajak umat untuk memperkuat doa dan tindakan nyata. Ia juga mendorong agar nilai keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Sekjen INTI Candra Jap mengatakan, Paskah juga menjadi pengingat pentingnya menjaga toleransi dan persatuan di tengah keberagaman. Hal ini dinilai relevan dengan kondisi Indonesia yang sedang berada dalam momentum berbagai perayaan keagamaan.
“Jadi memang harapannya ini supaya kita bisa lebih saling toleran, saling mengasihi, saling bersatu. Bersatu sebagai makhluk Tuhan yang hidup di dunia yang sama,” ujar Sekretaris Jenderal Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) tersebut.
Candra juga menyoroti pentingnya mendorong perdamaian di tengah konflik global. Ia mendorong masyarakat untuk terus menyuarakan nilai kemanusiaan dan tidak larut dalam kepentingan yang memicu perpecahan.
Menurutnya, perayaan Paskah seharusnya menjadi pengingat untuk mengedepankan kasih dan kebersamaan. Candra juga mengajak masyarakat memaknai momentum ini dengan semangat baru dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....