Kepala Pastor Katedral Jakarta Soroti Misteri Wafatnya Yesus Kristus
- 04 Apr 2026 10:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pastor Macarius Maharsono Probho menyebut kematian Yesus Kristus sebagai misteri agung yang menandakan tidak ada lagi pemisah antara manusia dan Allah.
- Peristiwa darah dan air dari lambung Yesus dimaknai sebagai simbol kelahiran baru, pembersihan dosa, serta pembaptisan dalam kehidupan iman umat.
- Pastor Oris Liko menegaskan Jumat Agung merupakan momen mengenang penebusan dosa melalui wafat Kristus, yang dirayakan dalam ibadat khusus, bukan Ekaristi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pastor Kepala Gereja Katedral Jakarta, Macarius Maharsono Probho, menjelaskan makna mendalam di balik peringatan Jumat Agung. Menurutnya, kematian Yesus Kristus merupakan misteri iman yang agung dan sarat makna keselamatan.
Ia menjelaskan, sejumlah peristiwa yang menyertai wafat Yesus memiliki simbolisme penting bagi kehidupan rohani umat. Salah satu peristiwa yang disorot adalah terbelahnya tirai Bait Allah saat Yesus wafat.
Peristiwa itu, kata dia, menandakan bahwa tidak ada lagi pemisah antara manusia dengan Allah. "Dengan kematian Yesus, yang memisahkan antara manusia dengan Allah tidak berlaku lagi, dalam kematian-Nya, semua dirangkul," katanya mengutip Instagram resmi Katedral Jakarta, Sabtu, 4 April 2026.
Ia juga menjelaskan peristiwa ketika lambung Yesus ditombak oleh prajurit hingga mengalir darah dan air. Menurutnya, hal itu menjadi simbol kelahiran baru bagi umat manusia.
| Baca juga: Apa Itu Vigili Paskah? Simak Penjelasannya |
Selain itu, darah yang mengalir juga dimaknai sebagai simbol pembersihan dosa dan jalan keselamatan. Air yang mengalir turut melambangkan pembaptisan dan karya Roh Kudus dalam kehidupan umat beriman.
"Darah dan air itu melambangkan kelahiran. Dalam kematian Yesus, manusia dilahirkan kembali, bukan ke dunia, tetapi masuk ke dalam hidup ilahi sebagai anak-anak Allah," ujarnya.
Ia menegaskan, melalui kematian Yesus, umat diajak untuk memahami makna kelahiran kembali secara spiritual. Yakni meninggalkan kehidupan lama menuju hidup baru dalam iman.
Sementara itu, Dewan Komisariat OCD Indonesia, Pastor Oris Liko pun demikian. Ia menjelaskan bahwa Jumat Agung adalah hari yang khusus karena umat Katolik diajak untuk mengenang peristiwa agung.
Ia mengatakan, kematian Kristus di Salib dimaksudkan untuk menebus dosa dan kesalahan kita, sehingga kita dapat memperoleh keselamatan. Itulah misi utama yang dilakukan oleh Tuhan yang kita kenangkan pada hari Jumat Agung.
Ia menambahkan bahwa perayaan Jumat Agung tidak dirayakan dalam ekaristi, melainkan diadakan dalam ibadat yang khusus. "Kita mengenang penderitaan dan wafat Tuhan di Salib," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....