Sekolah Rakyat Diharapkan Berlanjut meski Ganti Pemerintahan

  • 03 Apr 2026 06:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke, Budi Sutomo, berharap keberadaan Sekolah Rakyat (SR) tetap berlanjut meski pemerintahan berganti. Pasalnya, keberadaan SR sangat penting untuk pendidikan anak-anak Indonesia.

“Jangan sampai nanti ganti presiden dang anti pemerintahan, SR tidak ada lagi,” katanya dalam perbincangan dengan RRI Pro 3, Kamis (2/4/2026). Budi menilai keberadaan SR sangat penting dalam memberikan akses pendidikan yang merata bagi anak-anak Indonesia di berbagai wilayah.

“Seperti di wilayah kami, banyak anak-anak dari keluarga miskin yang selama ini sulit mendapatkan akses pendidikan,” katanya.

Namun, kata Budi, keberadaan SR Terintegrasi 77 Merauke telah memberikan harapan baru. Dimana, sebutnya, dengan target besar satu sarjana satu keluarga atau adanya anggota keluarga yang memiliki pendidikan akan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga.

Sekolah Rakyat, ujarnya, yang merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto, harus diteruskan oleh pemimpin negara selanjutnya, karena manfaatnya yang besar. “Anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem (Desil 1 & 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional/DTSEN) yang bersekolah di SR terintegrasi 77 Merauke sangat senang bisa bersekolah seperti anak-anak pada umumnya,” ucapnya.

Seperti diketahui, program SR memberikan akses pendidikan gratis, asrama, makan, dan jaminan kesehatan, dengan tujuan memutus rantai kemiskinan dan mencetak 500.000 siswa berkarakter. Anak-anak dari keluarga miskin ekstrem (Desil 1 & 2) difasilitasi untuk bersekolah pada jenjang SD, SMP, hingga SMA/vokasi.

Pemerintah menargetkan operasional 500 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia hingga tahun 2029. Setiap unit Sekolah Rakyat ditargetkan menampung hingga 1.000 murid, dengan total sasaran mencapai 500.000 siswa secara nasional.

Sekolah Rakyat bertujuan memberikan kesetaraan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat yang paling membutuhkan. Fasilitas pendukung meliputi laptop (1 siswa 1 laptop), smartboard, laboratorium komputer/IPA, sarana olahraga, serta pemeriksaan kesehatan gratis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....