Pemerintah Berkomitmen Tingkatkan Kapasitas Peringatan Dini
- 02 Apr 2026 20:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Gempa M 7,6 mengguncang Sulawesi Utara dan Ternate Utara
- 2. Pemerintah berkomitmen meningkatkan kapasitas peringatan bencana
- 4. Badan Nasional Penanggulang Bencana (BNPB) memastikan setiap wilayah rawan bencana, telah disiapkan infrastruktur mitigasi
RRI.CO.ID, Jakarta- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan sistem peringatan dini bencana dalam terus ditingkatkan, dalam empat tahun terakhir. Suharyanto mengatakan pengingkatan kualitas sistem merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat dan memperluas jangkauan sistem peringatan dini.
Lebih lanjut ia mengatakan, peningkatan kapasitas karena tingginya risiko bencana geologi di Tanah Air. Peningkatan kapasitas peringatan dini menjadi prioritas pemerintah pusat bersama lembaga terkait, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Pemerintah pusat, BNPB dan BMKG di empat tahun terakhir ini sudah berusaha meningkatkan kemampuan peringatan dini terkait gempa bumi, tsunami,” kata Suharyanto dalam keterangan yang diterima dari Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom).
Suharyanto mengatakan penguatan sistem tidak hanya pada kebijakan tetapi pembangunan infrastruktur peringatan dini di daerah rawan bencana. Ia mencontohkan Sulawesi Utara dan Maluku Utara telah dilengkapi dengan peringatan peringatan dini.
Sulawesi Utara dan Maluku Utara, sempat diguncang gempa dengan kekuatan magnitude 7, 6 pada Kamis, 2 April 2026 pagi. Gempa mengakibatkan kerusakan parah di sejumlah titik gempa.
“Sekarang baik di Sulawesi Utara dan di Maluku Utara, masing-masing BPBD sudah dilengkapi dengan alat-alat peringatan dini. Teknologi oleh BMKG di sepanjang laut atau pantai-pantai, dan BNPB juga sudah membangun pusat pengendalian operasi dan sirine-sirine,” jelasnya.
Alat peringatan dini di Sulawesi Utara dan Maluku Utara berfungsi dengan baik saat gempa mengguncang wilayah tersebut. Sirene berbunyi sehingga masyarakat dapat menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih aman.
Efektivitas sistem tersebut teruji saat gempa terjadi pada Kamis pagi hari. Suharyanto mengaku langsung memantau perkembangan di lapangan melalui laporan BPBD.
Suharyanto menilai berfungsinya sirine peringatan dini menjadi indikator penting bahwa sistem mitigasi yang dibangun berfungsi dengan baik.
Ia mengaku monitor kejadian gempa di Sulawesi Utara dan Ternate Utara. Suharyanto menilai berfungsinya sirine peringatan dini menjadi indikator penting bahwa sistem mitigasi yang dibangun berfungsi dengan baik.
“Terjadinya gempa tadi pagi ini saya monitor. Dan laporan dari Kalaksa BPBD, baik Sulawesi Utara dan Maluku Utara ini sirinenya berbunyi. Sehingga paling tidak masyarakat bisa mendapatkan informasi awal tentang terjadinya bencana gempa bumi, bahkan ada potensi tsunami,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....