Antusiasme Tinggi, Ratusan Karya MHT Award Telah Masuk Sambut 500 Kota Jakarta
- 02 Apr 2026 18:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin (MHT) 52-2026 menunjukkan lonjakan signifikan
- Dalam hitungan pekan sejak diumumkan, jumlah karya yang masuk dari tujuh kategori utama hampir menembus 600 entri hingga Kamis 2 April 2026
- periode pengiriman karya untuk kategori khusus berlangsung mulai 1 Maret hingga 30 Juni 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - Antusiasme terhadap Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin (MHT) Awards 52-2026 meningkat signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Tercatat hingga Kamis, 2 April 2026 sore, jumlah karya yang masuk dari tujuh kategori utama hampir mencapai 600 entri.
Panitia mencatat ratusan karya tersebut mencerminkan tingginya minat jurnalis terhadap isu publik di wilayah Jakarta. Lonjakan jumlah karya juga menunjukkan gairah jurnalisme tetap hidup dan responsif terhadap dinamika sosial masyarakat perkotaan.
Panitia merinci jumlah karya terdiri dari 120 karya teks dan 230 karya foto jurnalistik. Selain itu, terdapat 80 karya video televisi terestrial, 50 video streaming, serta sejumlah karya tajuk rencana.
Panitia juga menerima 20 karya tajuk rencana, sepuluh infografis, serta 15 karya jurnalistik radio. Seluruh karya tersebut merupakan bagian dari tujuh kategori utama dalam periode pengiriman 1 Juni 2025 hingga 31 Mei 2026.
Ketua Panitia MHT Awards 52-2026 Arman Suparman menyatakan tingginya jumlah karya mencerminkan kepercayaan insan pers terhadap ajang tersebut. Arman menilai kredibilitas ajang ini tetap terjaga sebagai ruang apresiasi karya jurnalistik berkualitas.
“Antusiasme ini menjadi energi bagi panitia untuk terus menjaga kualitas penyelenggaraan serta memastikan proses penilaian berjalan profesional dan independen,” ujar Arman Suparman kepada RRI, Kamis 2 April 2026.
Selain kategori utama, panitia menghadirkan kategori khusus menyongsong 500 tahun Jakarta dengan fokus karya feature. Kategori tersebut mencakup karya teks maupun audiovisual berdurasi enam hingga 15 menit yang mengangkat berbagai aspek Jakarta.
Ruang eksplorasi kategori khusus meliputi sejarah kota, transformasi sosial, hingga tantangan kebijakan publik dan lingkungan. Selain itu, aspek identitas warga Jakarta sebagai entitas sosial budaya juga menjadi perhatian dalam kategori tersebut.

Ketua Dewan Juri MHT Awards 52-2026 Bagus Sudarmanto menjelaskan kategori khusus akan memberikan penghargaan tanpa mekanisme nominasi. Ia menyebut penghargaan diberikan kepada empat pemenang dari masing-masing jenis karya jurnalistik yang ditentukan.
“Kategori khusus hanya menetapkan empat pemenang, tanpa nominasi,” tegas Bagus Sudarmanto, hari ini.
Periode pengiriman karya kategori khusus berlangsung mulai 1 Maret hingga 30 Juni 2026 sesuai ketentuan panitia. Ajang ini merupakan program tahunan Persatuan Wartawan Indonesia Jaya yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo menyampaikan pihaknya menjajaki kemungkinan penyelenggaraan malam puncak di Balai Agung. Ia menyebut komunikasi dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Pemprov DKI Jakarta terus dilakukan intensif.
“Kami terus menjalin komunikasi dengan rekan-rekan di Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta,” ujar Kesit di Markas PWI Jaya, Gedung Prasada Sasana Karya, Jakarta Pusat.
Kesit juga menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah dan insan pers dalam menjaga kualitas informasi publik. Ia menilai sinergi tersebut penting untuk menghadirkan pemberitaan yang akurat, sehat, dan berimbang bagi masyarakat luas.
“Kami ingin terus menjadi mitra kritis sekaligus strategis bagi Pemprov DKI, terutama dalam menyuarakan kepentingan publik dan memperkuat keterbukaan informasi,” ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik M H Thamrin tersebut. Dukungan itu disampaikan dalam audiensi bersama pengurus PWI Jaya di Balai Kota pada Rabu, 23 Juli 2025.
“Pers memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat melalui pemberitaan yang bertanggung jawab,” ujar Pramono Anung kala itu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....