Kampung Nelayan Merah Putih Ciptakan Lapangan Pekerjaan Wilayah Pesisir
- 02 Apr 2026 01:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menyebut program Kampung Nelayan Merah Putih menciptakan lapangan kerja signifikan pada beragam kawasan wilayah pesisir nusantara.
- Proyek unggulan nasional tersebut meningkatkan jumlah tenaga kerja sebanyak 47 persen pada daerah sebaran lokasi pesisir laut nasional.
- Pemerintah memiliki rencana untuk membangun serta melakukan perluasan sebaran program khusus tersebut hingga mencapai target 1.000 titik lokasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Program Kampung Nelayan Merah Putih berhasil membuka lapangan kerja pesisir. Proyek ini mampu memperluas jenis pekerjaan dari dua profesi lama menjadi 12 kategori bidang usaha ekonomi perikanan baru.
Presiden Prabowo Subianto mendorong transformasi ekonomi lewat Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di pesisir. Pekerjaan di pesisir meluas tajam dari dua jenis pilihan lama menjadi 12 bidang usaha perikanan yang kian produktif.
“Program KNMP membuka lapangan kerja baru secara signifikan. Jenis pekerjaan berkembang dari 2 jenis menjadi 12 jenis pekerjaan, atau naik 500 persen, termasuk pengolahan, logistik, hingga usaha kuliner,” ujar Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari pada Rabu, 1 April 2026.
Lapangan pekerjaan ini mencakup industri pengolahan hasil laut sampai urusan manajemen distribusi logistik serta berbagai bentuk usaha kuliner. Daya serap tenaga kerja lokal turut mengalami pertumbuhan dari semula berjumlah 120 orang kemudian bertambah menjadi 170 orang.
“Yang artinya satu kampung nelayan bisa menghidupi lebih banyak masyarakat,” kata Qodari.
Muhammad Qodari menegaskan satu kawasan desa nelayan kini punya kemampuan luar biasa guna menghidupi seluruh masyarakat sekitar. Transformasi pesisir mencakup penguatan sistem produksi ikan serta upaya strategis dalam mendongkrak tingkat kesejahteraan hidup rakyat secara berkelanjutan.
“Jadi kalau kita lihat secara utuh, program Kampung Nelayan Merah Putih ini bukan hanya membangun kampung, melainkan membangun sistemnya, ekonominya, dan kehidupan masyarakatnya,” katanya.
Pemerintah menyatakan kenaikan jumlah produksi akan berdampak langsung bagi laju gerak roda perekonomian desa. Pembangunan tahap pertama dimulai pada awal September 2025 dan sudah merambah 65 lokasi pemukiman pesisir yang tersebar.
“Pendapatan naik, produksi naik, pekerjaan bertambah, dan ekonomi desa bergerak,” ujarnya.
Penyaluran program prioritas ini menyentuh angka 60 kabupaten dan kota yang menjadi wilayah sasaran pada fase satu lalu. Pelaksanaan konstruksi berkelanjutan menyasar 25 wilayah provinsi dari Sabang sampai Merauke dalam menopang aktivitas perikanan rakyat wilayah pesisir.
Target pengerjaan proyek tahap dua dimulai pada Desember 2025 di 35 kawasan desa serta kelurahan yang terpilih. Sasaran wilayah tersebut mencakup sebanyak 35 kabupaten maupun kota dengan melibatkan bantuan pemerintah dari total 17 wilayah provinsi.
Pemerintah melakukan rencana perluasan ekspansi jangkauan operasional demi menjaring sasaran baru mencapai jumlah 1.000 titik lokasi pada 2026. Upaya tersebut berfokus untuk menjadi lokomotif utama penggerak ekonomi maritim serta pemenuhan target peningkatan kesejahteraan warga pesisir Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....