Mengulas Sejarah dan Makna Hari Penyiaran Nasional
- 01 Apr 2026 09:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari Penyiaran Nasional diperingati setiap 1 April, merujuk berdirinya SRV tahun 1933 di Solo.
- Penetapan Harsiarnas dilakukan melalui Keppres Nomor 9 Tahun 2019 oleh Presiden Joko Widodo.
- Penyiaran berperan penting sebagai media informasi, edukasi, dan penguat identitas bangsa Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta – Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) diperingati setiap 1 April sebagai tonggak penting sejarah penyiaran di Indonesia. Penetapan ini merujuk pada berdirinya lembaga radio pribumi pertama di Solo pada 1933.
Peringatan tersebut diresmikan melalui Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2019 oleh Joko Widodo. Momentum ini menjadi pengakuan resmi negara terhadap peran strategis penyiaran dalam kehidupan masyarakat.
Sejarah penyiaran nasional sendiri telah dimulai sejak 1927 ketika KGPAA Mangkunegoro VII menerima perangkat radio dari Belanda. Peristiwa tersebut menjadi titik awal berkembangnya teknologi penyiaran di Nusantara sebelum kemerdekaan.
Kemudian, pada 1 April 1933 berdiri Solosche Radio Vereeniging (SRV) sebagai radio pribumi pertama di Indonesia. Lembaga ini diprakarsai KGPAA Mangkunegoro VII dan menjadi simbol kebangkitan komunikasi masyarakat lokal.
Berikut adalah sejarah Hari Penyiaran Nasional, melansir dari Komisi Penyiaran Indonesia:
Lahirnya Penyiaran Nasional (Solosche Radio Vereeniging)
Solosche Radio Vereeniging berdiri di Solo sebagai lembaga penyiaran pertama milik bangsa Indonesia yang dikelola mandiri. Keberadaannya menjadi tonggak penting karena menghadirkan siaran dengan identitas budaya lokal di tengah dominasi kolonial.
Tanggal berdirinya SRV kemudian disepakati sebagai hari lahir penyiaran nasional oleh para penggagas Hari Penyiaran Nasional. Momentum ini menegaskan bahwa penyiaran memiliki peran penting dalam membangun kesadaran dan identitas bangsa.
Proses Penetapan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas)
Penetapan Hari Penyiaran Nasional melalui proses panjang yang melibatkan berbagai pihak dari kalangan penyiaran dan masyarakat. Deklarasi pertama dilakukan pada 1 April 2010 di Surakarta sebagai bentuk usulan kepada pemerintah pusat.
Deklarasi tersebut diprakarsai Hari Wiryawan bersama tokoh budaya seperti Gesang dan Waljinah yang turut mendukung. Usulan tersebut akhirnya diterima dan ditetapkan pemerintah melalui Keputusan Presiden pada 2019.
Makna dan Peran Penyiaran di Indonesia
Hari Penyiaran Nasional menjadi momen refleksi atas peran penting media dalam kehidupan sosial, budaya, dan politik. Penyiaran tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan penyebaran informasi.
Melalui penyiaran, masyarakat dapat memperoleh informasi yang berkualitas untuk mendukung pembangunan bangsa yang lebih baik. Peringatan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kualitas siaran yang sehat dan bertanggung jawab.
Pada peringatan tahun ini, Hari Penyiaran Nasional telah memasuki usia ke-90 dengan tema siaran sehat pemilu bermartabat. Tema tersebut menegaskan komitmen dunia penyiaran dalam mendukung demokrasi yang berkualitas di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....