Apa Itu Jumat Agung? Begini Sejarah dan Maknanya

  • 01 Apr 2026 07:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jumat Agung menjadi rangkaian penting bersama Kamis Putih dan Sabtu Suci dalam perayaan Paskah, yang diperingati umat Kristiani untuk mengenang wafat Yesus Kristus.
  • Peristiwa penyaliban Yesus Kristus dipandang sebagai puncak pengorbanan demi menebus dosa manusia dan inti dari makna Paskah.
  • Jumat Agung bukan hanya hari duka, tetapi juga momen refleksi iman, yang membawa harapan akan kebangkitan dan kehidupan kekal melalui Yesus Kristus.

RRI.CO.ID, Jakarta - Umat Kristiani akhirnya menyambut Jumat Agung, salah satu hari yang penting dan istimewa. Tahun ini, Jumat Agung jatuh pada tanggal 3 April 2026.

Jumat Agung merupakan bagian dari Tri Hari Suci Paskah, Tri Hari Suci, Kamis Putih, Jumat Agung. Ada pun Sabtu Suci menjadi masa penting bagi umat Kristiani sebelum Paskah.

Saat memperingati Jumat Agung, seluruh umat Kristiani biasanya mengikuti ibadah khusus di gereja. Walaupun perayaannya berbeda-beda di setiap tempat, tetapi tujuannya sama yakni mengenang kematian Yesus Kristus.

Pengertian Jumat Agung

Mengutip Bimas Katolik, Jumat Agung adalah hari suci umat Kristiani untuk memperingati penyaliban Yesus dan kematian-Nya di Kalvari. Hari Jumat terakhir sebelum Paskah juga kerap disebut dengan Jumat Suci, Jumat Agung dan Suci, dan Jumat Hitam.

Jumat Agung bagi umat Kristiani merupakan mengingat hari di mana Yesus rela menderita dan mati dengan penyaliban. Khususnya bagi pengorbanan terakhir untuk dosa-dosa manusia.

Hari tersebut dianggap sebagai puncak pelayanan Yesus di dunia, oleh sebab itu diberikan sebutan 'Agung'. Mengutip situs resmi Kementerian Agama RI, Jumat Agung bukanlah sekedar pendahuluan atau pengantar menuju Paskah.

Justru Jumat Agung dapat dikatakan sebagai inti dari Paskah. Sebab tanpa penderitaan dan kematian Tuhan Yesus di kayu salib, tidak akan pernah ada kebangkitan dan kemenangan yang mulia.

Sejarah Jumat Agung

Peristiwa penyaliban dan kematian Yesus Kristus Sang Juru Selamat Manusia terjadi pada abad ke-1 Masehi. Yaitu tahun 33 M, sebagaimana dijelaskan dalam laman Bimas Katolik Keememterian Agama RI.

Sejarah Jumat Agung didahului dengan cerita pengkhianatan Yudas Iskariot pada malam perjamuan terakhir. Yang diperingati sebagai Kamis putih.

Esoknya, Yesus ditangkap usai berdoa di Taman Getsemani oleh prajurit suruhan orang Yahudi yang datang bersama Yudas. Setelah ditangkap, Yesus diadili dan dijatuhi hukuman mati dengan cara disalib.

Hukuman ini dijatuhkan atas perintah dari Pontius Pilatus, seorang gubernur Kerajaan Romawi. Penyaliban ini didasari oleh laporan para pemuka agama Yahudi saat itu yang mengatakan bahwa Yesus mengaku sebagai Raja Yahudi.

Sebelum dieksekusi, Yesus disiksa dengan cara dicambuk dan diberikan mahkota duri. Setelah itu, tangan dan kaki-Nya dipaku di kayu salib, ia bahkan dilontari banyak hinaan.

Dalam penderitaan-Nya, Yesus Kristus menunjukkan kasih yang begitu besar kepada umat manusia. Ia tidak membalas kejahatan dengan kebencian, melainkan dengan pengampunan dan doa.

Makna Jumat Agung

Peringatan kematian Kristus ini mengingatkan kita akan dosa manusia yang menyebabkan kematian tersebut. Jumat Agung adalah hari berkabung dan refleksi bagi umat Kristiani.

Perayaan Jumat Agung menjadi pengingat terhadap pengorbanan besar yang telah Yesus lakukan untuk seluruh umat manusia. Ini menjadi hari untuk mengingat belas kasih dan cinta Tuhan kepada manusia.

Selain itu, Jumat Agung juga menjadi simbol dari harapan dan awal yang baru. Ini adalah pengingat bahwa bahkan di saat-saat tergelap sekalipun, selalu ada harapan.

Kematian Yesus di kayu salib bukanlah akhir melainkan awal dari sesuatu yang baru. Melalui kebangkitannya, Yesus mengalahkan kematian dan membuka jalan menuju kehidupan kekal bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....