SNPMB Pastikan Kuota Jalur Mandiri Tidak Terbesar
- 31 Mar 2026 20:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 membantah isu dominasi jalur mandiri dalam penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN).
- Ketua Panitia SNPMB Eduart Wolok menegaskan kuota jalur mandiri tidak lebih besar dibandingkan SNBP maupun SNBT tahun 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 membantah isu dominasi jalur mandiri dalam penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN). Ketua Panitia SNPMB Eduart Wolok menegaskan kuota jalur mandiri tidak lebih besar dibandingkan SNBP maupun SNBT tahun 2026.
“Ini yang selama ini sering disorot bahwasanya PTN merekrut mahasiswa besar-besaran lewat jalur Mandiri. Faktanya, kuota Mandiri tidak lebih banyak dari kuota SNBP,” kata Eduart Wolok saat konferensi pers di kantor Kemdiktisaintek, Senayan, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.
Ia menjelaskan, total daya tampung SNPMB 2026 mencapai 638.239 kursi. Namun, jumlah tersebut belum tentu terisi penuh karena bergantung pada hasil seleksi di masing-masing jalur.
“Belum lagi kalau kuota ini ternyata tidak terisi 100 persen. Nah, total kuota tahun ini adalah 638.239 kursi,” ucap Eduart menegaskan.
Secara rinci, daya tampung jalur SNBP 2026 mencapai 189.017 kursi, yang terdiri dari 151.079 kursi PTN akademik, 26.929 PTN vokasi, dan 11.009 PTKIN. Sementara itu, jumlah pendaftar SNBP tercatat mencapai 806.242 siswa yang bersaing di 146 PTN.
“Pengumuman hasil SNBP 2026 dapat diakses mulai Selasa (31/3/2026) pukul 15.00 WIB melalui laman resmi SNPMB maupun laman mirror masing-masing PTN. Peserta diminta menyiapkan nomor pendaftaran dan tanggal lahir untuk mengecek hasil seleksi,” ujar Eduart menutup.
Di sisi lain, PLT Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek Sandro Mihradi menyebut penyaluran Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) tahun ini resmi menggunakan DTSEN. Langkah ini dilakukan agar lebih tepat sasaran.
"Tahun ini kita sudah akan menggunakan DTSEN, dimana DTSEN ini mengombinasikan dari tiga sumber data. Jadi harapannya memang tadi seperti disampaikan di awal bahwa supaya penyaluran kita akan lebih tepat sasaran," kata Sandro Mihradi.
Sandro menyebut penentuan penerima KIP Kuliah sebelumnya merujuk pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Data tersebut menjadi dasar pemerintah menentukan mahasiswa dari keluarga kurang mampu sebagai penerima bantuan pendidikan KIP Kuliah.
"Di mana di sini kita akan prioritaskan tentu saja kepada masyarakat yang berada pada Desil 1 dan 4. Yakni dari rentang sangat miskin sampai dengan rentan miskin," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....