Disdik Jabar: Transportasi Ramah Lingkungan Bentuk Karakter Siswa

  • 31 Mar 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat dukung imbauan transportasi ramah lingkungan untuk siswa.
  • Kebijakan tersebut fokus pada pembentukan karakter, bukan sekadar efisiensi energi.
  • Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto sebut implementasi butuh dukungan fasilitas dan kesadaran kolektif masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Dinas Pendidikan (Diskdi), Provinsi Jawa Barat mendukung imbauan penggunaan transportasi ramah lingkungan bagi siswa ke sekolah. Kebijakan ini dinilai sejalan dengan upaya membentuk karakter dan gaya hidup sehat pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, mengatakan langkah tersebut bukan hal baru di wilayahnya. Ia menyebut kebijakan ini sudah sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam membentuk generasi berkarakter.

“Provinsi Jawa Barat sejak tahun 2025 sudah melakukan langkah-langkah agar pendidikan bisa mewujudkan generasi Panca Waluya. Generasi yang Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (berintegritas), Pinter (cerdas), dan Singer (trampil),” ujar Purwanto dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Selasa 31 Maret 2026.

Purwanto menegaskan, kebijakan ini tidak hanya soal efisiensi energi. Lebih dari itu, tujuan utamanya adalah membangun kebiasaan positif bagi siswa sejak dini.

“Karena bukan persoalan efisiensi saja yang diinginkan oleh Pak Gubernur Jabar tapi bagaimana melindungi anak-anak kita. Melindungi keselamatan di jalan, membangun anak-anak yang kuat, sehat badannya dan terhindar dari budaya konsumtif,” katanya.

Ia menjelaskan, siswa didorong untuk berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum. Hal ini juga bertujuan menekan penggunaan kendaraan bermotor oleh pelajar.

Menurutnya, kesiapan fasilitas menjadi faktor penting dalam mendukung kebijakan tersebut. Pemerintah daerah mendorong penyediaan jalur aman, transportasi umum, hingga fasilitas pendukung di sekolah.

Purwanto menambahkan, penerapan kebijakan ini perlu disesuaikan dengan kondisi geografis tiap daerah. Di wilayah pedesaan, menurutnya, penerapan justru lebih mudah karena jarak dan kondisi lingkungan mendukung.

“Memang banyak siswa yang tidak membawa motor ke sekolah. Namun mereka menitipkannya di sekitar lingkungan warga,” ujarnya.

Untuk itu, Disdik Jabar terus melakukan edukasi dan mendorong kolaborasi lintas sektor. Peran orang tua, masyarakat, hingga aparat penegak hukum dinilai penting dalam mendukung kebijakan ini.

“Ini yang terus kita coba edukasi melalui kepala sekolah kemudian kerja sama lintas sektor dengan kepolisian dengan pemerintah Kabupaten-Kota. Ini memang perlu kerja kolaboratif,” katanya.

Disdik Jabar berharap kebijakan ini dapat berjalan optimal melalui kerja sama semua pihak. Evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan implementasi berjalan efektif di seluruh wilayah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....